Berita

Logo Blueray Cargo. (Foto: laman resmi Blueray Cargo)

Politik

Kasus Blueray Dinilai Mampu Bongkar Kegagalan Pengendalian Sistemik DJBC

SENIN, 25 MEI 2026 | 03:15 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Dugaan suap dan gratifikasi impor PT Blueray Cargo dinilai bukan semata perkara aliran uang atau nama pejabat yang muncul di persidangan. Kasus ini disebut bisa membuka persoalan yang jauh lebih besar di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Spesialis analisis kontra intelijen, Gautama Wiranegara menilai perkara tersebut memperlihatkan gejala systemic control failure atau kegagalan pengendalian sistemik.

“Kalau seluruh perkara ini dibaca dari perspektif SPIP dan pola audit, yang terlihat justru kegagalan pengendalian sistemik,” kata Gautama, Minggu, 24 Mei 2026.


Menurut dia, gejala itu terlihat dari dominannya operator teknis, lemahnya audit digital, serta kuatnya jalur komunikasi informal.

Nama-nama yang terus muncul di persidangan disebutnya juga menarik dicermati karena memperlihatkan pola hubungan yang berulang.

Rizal, Orlando, Sisprian hingga relasi dengan forwarder disebut memperlihatkan dugaan adanya struktur operasional nonformal yang hidup di bawah sistem resmi.

“Nama-nama yang terus muncul menunjukkan kemungkinan struktur operasional informal sudah terlalu lama hidup di bawah struktur formal DJBC,” ujar Gautama kepada RMOL di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026.

Lanjut dia, jika dugaan itu benar, maka perkara yang muncul hari ini bisa jadi hanya gejala dari persoalan yang lebih besar.

Masih kata Gautama, siapa pun pimpinan yang duduk di puncak lembaga berpotensi mengalami situasi serupa jika struktur informal lebih dominan daripada sistem resmi.

“Kalau itu benar, siapa pun Dirjennya akan sangat mudah ditumpangi,” tegasnya.

Karena itu, sambungnya, yang perlu dibongkar bukan sekadar individu, tetapi juga mekanisme yang membuat pola tersebut bertahan lama.

"Sebab jika akar masalahnya tak disentuh, pola serupa diyakini bisa muncul kembali dengan nama dan aktor berbeda," tandasnya.


Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya