Berita

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. (Foto: istimewa)

Politik

Susi Minta Prabowo Tertibkan Mafia Perikanan di Tengah Wacana Badan Ekspor

MINGGU, 24 MEI 2026 | 14:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana pemerintah membentuk badan ekspor komoditas di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara mendapat tanggapan dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Susi meminta pemerintah tidak hanya fokus menata ekspor komoditas strategis, tetapi juga memberi perhatian serius terhadap sektor perikanan.

“Perikanan juga Pak Presiden Prabowo Subianto harus ditertibkan,” tulis Susi lewat akun X miliknya, Minggu, 24 Mei 2026.


Menurut Susi, praktik illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF) di sektor perikanan masih sangat besar dan menimbulkan banyak dampak negatif.

Ia menilai kapal-kapal pelaku IUUF bukan hanya mencuri sumber daya laut Indonesia, tetapi juga kerap terlibat dalam berbagai kejahatan lintas negara.

“Kapal-kapal IUUF selain mencuri sumber daya laut juga jadi pengantar, pembawa, pelaku, dan pelindung kejahatan lainnya. Narkoba, human trafficking, perdagangan satwa langka, hingga penyelundupan barang lainnya,” tegasnya.

Rumor pembentukan badan ekspor sendiri mencuat setelah beredar kabar pemerintah akan mengatur ekspor sejumlah komoditas strategis melalui lembaga khusus bentukan negara. 

Beberapa komoditas yang disebut masuk dalam pengaturan itu antara lain batu bara, CPO, hingga mineral logam.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya