Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara yang selama ini dinilai menghambat pemerataan kesejahteraan rakyat.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam Indonesia kini harus dilakukan secara mandiri demi kepentingan nasional.
“Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Dan ini sudah kita lakukan,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, langkah tersebut merupakan amanat konstitusi yang wajib dijalankan pemerintah. Ia menegaskan kekayaan Indonesia harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan hanya kelompok tertentu.
“Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Bukan segelintir,” tegasnya.
Prabowo juga menyinggung pidatonya pada 20 Mei lalu di hadapan DPR, ketika ia mengungkap besarnya potensi kekayaan Indonesia yang selama ini justru banyak mengalami kebocoran.
“Yang terakhir tanggal 20 Mei saya bicara di depan majelis pemusyawaratan rakyat Indonesia yang juga ditayangkan live di TV-TV di mana disitu saya tegaskan bahwa Indonesia, sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor,” katanya.
Karena itu, Prabowo menegaskan dirinya bersama seluruh jajaran kabinet siap bekerja keras dan mengambil berbagai langkah tegas untuk menghentikan kebocoran tersebut.
“Dan, kebocoran ini harus kita hentikan dan saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” pungkasnya.