Berita

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI dari Fraksi PKB, Siti Mukaromah atau akrab disapa Erma (perempuan pake kerudung Romli hijau). Foto: Dokumen F-PKB

Politik

Timwas Haji DPR Soroti Distribusi Konsumsi Jemaah Jelang Puncak Armuzna

SABTU, 23 MEI 2026 | 08:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI meminta pemerintah dan penyelenggara ibadah haji memberikan perhatian serius terhadap pelayanan konsumsi bagi jemaah Indonesia menjelang puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). 

Selain konsumsi, aspek transportasi, akomodasi, dan kesehatan juga diminta dipastikan berjalan optimal.

Anggota Timwas Haji DPR RI dari Fraksi PKB, Siti Mukaromah, menegaskan layanan konsumsi menjadi kebutuhan mendasar bagi jemaah yang akan menjalani rangkaian ibadah fisik berat selama Armuzna.


“Konsumsi ini menjadi salah satu sektor yang sangat penting dan mendesak karena menyangkut kebutuhan dasar jemaah haji,” ujar perempuan yang akrab disapa Erma tersebut kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 23 Mei 2026.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Timwas menemukan sejumlah persoalan distribusi makanan yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti pemerintah. Salah satu temuan berada di Sektor 7, tepatnya di Hotel 702 yang dihuni empat kelompok terbang (kloter). Namun saat sidak dilakukan, makanan siap saji baru tersedia untuk satu kloter.

“Artinya masih ada tiga kloter yang belum tersedia makanannya. Padahal malam itu makanan seharusnya sudah terdistribusi kepada jemaah melalui pimpinan kloter,” katanya.

Menurut Erma, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena belum ada kepastian waktu distribusi makanan. Bahkan, Timwas DPR mengalami kendala komunikasi saat mencoba memastikan jadwal kedatangan logistik konsumsi.

Ia meminta makanan segera didistribusikan agar stok benar-benar sudah berada di tangan jemaah sebelum keberangkatan menuju Arafah. “Jangan sampai jemaah berangkat tetapi belum memiliki kesiapan konsumsi,” tegasnya.

Selain itu, Erma menyoroti pola distribusi makanan yang dinilai belum mengakomodasi seluruh jadwal keberangkatan jemaah menuju Armuzna. Berdasarkan informasi yang diterima Timwas, stok makanan baru dipersiapkan untuk jemaah yang berangkat pada pagi hari.

Padahal, keberangkatan jemaah dilakukan secara bertahap mulai pagi, siang, sore hingga malam. Karena itu, kebutuhan konsumsi bagi seluruh jemaah di setiap jadwal keberangkatan harus dipastikan tersedia dengan baik.

Legislator asal Jawa Tengah itu juga menyoroti persoalan teknis terkait wadah makanan yang dinilai menyulitkan jemaah lanjut usia. Dalam temuannya, jemaah hanya menerima satu kotak wadah makanan untuk tiga hingga empat kali distribusi makanan siap saji.

“Mungkin bagi yang masih muda bisa mencuci dan menggunakan kembali. Tetapi bagi para sepuh atau jemaah lansia, ini tentu menyulitkan karena tidak semuanya memiliki pendamping,” ujarnya.

Menurut Erma, persoalan tersebut seharusnya menjadi perhatian karena sebelumnya dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI telah disampaikan bahwa makanan siap saji perlu dilengkapi wadah yang memadai.

Ia juga meminta pemerintah memperhatikan kualitas makanan siap saji yang dibagikan kepada jemaah. Erma menyoroti adanya makanan berkuah santan dengan masa kedaluwarsa hingga 18 bulan.

“Kita tentu harus berhati-hati karena makanan tersebut hanya disimpan dalam kemasan, bukan di dalam pendingin. Ini perlu menjadi perhatian khusus terutama bagi jemaah lansia atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu,” ungkapnya.

Timwas Haji DPR RI memastikan akan terus melakukan pemantauan dan sidak lanjutan guna memastikan seluruh persoalan pelayanan konsumsi dapat segera diselesaikan sebelum puncak pelaksanaan ibadah haji.

Erma menegaskan, jika terdapat kendala di lapangan, maka diperlukan langkah cepat dan tepat dari kementerian terkait agar pelayanan kepada jemaah tetap terjaga.

“Yang terpenting adalah jemaah merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan terbaik selama menjalankan ibadah haji,” pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya