Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pertumbuhan Uang Beredar Melambat Jadi 9,2 Persen, Ini Penyebabnya

SABTU, 23 MEI 2026 | 07:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada April 2026 mencapai Rp10.253,7 triliun. 

Meski tumbuh positif sebesar 9,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), angka ini menunjukkan perlambatan dibanding pertumbuhan Maret 2026 yang mencapai 9,7 persen (yoy).

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pergerakan M2 ini didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 13,6 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 4,7 persen (yoy).


“Perkembangan M2 pada April 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit,” ujar Denny dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu 23 Mei 2026. 

Data BI mencatat tagihan bersih kepada Pempus tumbuh 38,6 persen (yoy), sedikit turun dari bulan sebelumnya yang sebesar 39,1 persen (yoy). Sementara itu, penyaluran kredit pada April 2026 tumbuh 9,4 persen (yoy), naik dari posisi Maret sebesar 8,9 persen (yoy).

Merespons dinamika ini serta kenaikan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen, Gubernur BI Perry Warjiyo meminta perbankan untuk memacu efisiensi internal agar tidak terburu-buru menaikkan suku bunga kredit.

“Kami meminta bank-bank juga meningkatkan efisiensi supaya jangan menaikkan suku bunga kredit. Efisiensi harus ditingkatkan supaya betul-betul mendorong kredit,” tegas Perry.

Perry memastikan likuiditas di pasar uang dan perbankan saat ini masih sangat melimpah. Hal ini didukung oleh aksi BI yang telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder senilai Rp140,57 triliun sejak awal tahun hingga 19 Mei 2026. 

Selain itu, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak KDPK (AL/DPK) perbankan juga terjaga tinggi di level 25,39 persen, dengan pertumbuhan DPK sebesar 11,39 persen (yoy).

Dengan kondisi likuiditas yang solid, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 akan tetap berada di jalur positif pada kisaran 8 perseb hingga 12 persen. 

Per April 2026 sendiri, rata-rata suku bunga kredit berada di level 8,73 persen, sementara suku bunga deposito satu bulan tercatat sebesar 4,16 persen.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya