Berita

(Tengah) Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Ruth A. Cussoy Intama. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Tekan Ketergantungan Dolar AS, BI Gencarkan Transaksi Mata Uang Lokal

JUMAT, 22 MEI 2026 | 14:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia terus mendorong penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT) guna mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Ruth A. Cussoy Intama, mengatakan transaksi menggunakan mata uang lokal dinilai mampu meningkatkan efisiensi perdagangan antarnegara sekaligus mengurangi dominasi Dolar AS dalam transaksi bilateral.

Menurut Ruth, penguatan kerja sama perdagangan melalui LCT menjadi semakin relevan setelah kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu dinamika ekonomi global melalui kebijakan yang disebut “Liberation Day”.


“Local Currency Transaction ini menurut kami merupakan salah satu inisiatif yang perlu terus dikembangkan, apalagi sejak Presiden AS menerapkan Liberation Day. Jadi sudah saatnya kita memperkuat kerja sama bilateral melalui skema LCT,” ujar Ruth di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.

BI mencatat jumlah pelaku LCT terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hingga April 2026, rata-rata bulanan pengguna LCT mencapai 5.265 pelaku. Angka tersebut melonjak dibandingkan 497 pelaku pada 2021 dan 1.741 pelaku pada 2022.

Tren pertumbuhan berlanjut pada 2023 dengan 2.602 pelaku, kemudian meningkat menjadi 5.020 pelaku pada 2024. Bahkan sepanjang 2025, rata-rata bulanan pengguna LCT sempat menembus 9.720 pelaku.

Selain jumlah pengguna, nilai transaksi LCT juga mengalami lonjakan tajam. Hingga April 2026, volume transaksi tercatat mencapai 22,61 miliar dolar AS atau tumbuh 309 persen secara tahunan (*year on year/yoy*) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,33 miliar dolar AS.

Ruth menilai peningkatan tersebut menunjukkan diversifikasi penggunaan mata uang dalam transaksi ekonomi dan keuangan internasional semakin luas.

“Bukan berarti kita menghindari Dolar AS, karena transaksi global masih dominan menggunakan Dolar AS. Tetapi untuk negara-negara yang memiliki volume transaksi besar dan bisa langsung menggunakan mata uang domestik, kenapa harus lewat dolar dulu?” katanya.

BI mencatat mitra utama Indonesia dalam implementasi LCT saat ini meliputi China, Jepang, dan Malaysia. Kontribusi terbesar berasal dari China sebesar 89 persen, diikuti Jepang 6 persen dan Malaysia 3 persen.

Menurut BI, skema LCT mampu menekan biaya transaksi karena pelaku usaha tidak perlu lagi menggunakan Dolar AS sebagai mata uang perantara. Selain itu, kebijakan ini juga diyakini dapat memperdalam pasar keuangan regional dan memperluas partisipasi pelaku usaha di kawasan.

Implementasi LCT Indonesia dimulai sejak 2018 bersama Malaysia dan Thailand. Kerja sama tersebut kemudian diperluas ke Jepang, China, dan Korea Selatan. Dalam waktu dekat, BI juga akan mengimplementasikan skema serupa dengan Singapura, India, dan Arab Saudi.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Thoriqoh itu Fokus ke Allah, Bukan ke Jokowi dan PSI

Selasa, 01 September 2026 | 05:52

Enam Program Prioritas Sektor Kelautan-Perikanan Jamin Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 01 September 2026 | 05:26

IAW Soroti Tersendatnya INA-24: Sampai Kapan Berlindung di Balik Warisan?

Selasa, 01 September 2026 | 04:53

Prabowo Terima KTA NU

Selasa, 01 September 2026 | 04:29

Onduline Siapkan Produk dan SDM Terbaik Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

Selasa, 01 September 2026 | 03:59

Tragedi Kelas Menengah, Terjepit dan Terlupakan

Selasa, 01 September 2026 | 03:47

Sempat 13 Hari Hilang Kontak di Laut, Awak KM El Malika Bersiap Kembali ke Rumah

Selasa, 01 September 2026 | 03:25

TNI Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Penyuluhan

Selasa, 01 September 2026 | 02:55

Usung Konsep "Moving for Longevity", Fervid Pilates Studio Perluas Edukasi Komunitas

Selasa, 01 September 2026 | 02:42

Merawat Konsep Ekonomi-Politik Hatta

Selasa, 01 September 2026 | 02:20

Selengkapnya