Berita

IIlustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Sinyal Suku Bunga The Fed Bikin Indeks DXY Tangguh dan Tekan Rupiah

JUMAT, 22 MEI 2026 | 09:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar uang New York menyajikan volatilitas yang mendebarkan bagi Greenback. 

Pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) pada sesi penutupan Kamis 21 Mei 2026 waktu setempat, akhirnya harus puas mendarat di zona datar pada level 99,13, meskipun sebelumnya ada lonjakan tajam di awal sesi akibat rumor pelarangan ekspor uranium oleh Iran. 

Penguatan Dolar mendadak layu setelah munculnya kabar angin mengenai kesepakatan draf akhir perdamaian antara Washington dan Teheran.


Meski isu geopolitik sempat mereda, posisi super-Dolar tetap kokoh sebagai aset aman (safe haven). Hal ini didorong oleh memburuknya data PMI di Eropa, Inggris, dan Jepang, serta bayang-bayang inflasi global yang memperkuat sinyal bahwa The Fed masih akan bersikap agresif terhadap suku bunga.

Hingga malam hari waktu New York, berikut adalah rincian waktu dan pergerakan kurs Dolar AS terhadap mata uang utama dunia dan Rupiah:

Pukul 14.59 ET atau 01.59 WIB,  Nilai tukar Dolar AS terhadap Yuan China berada di level 6,8030, atau Dolar AS menguat tipis sebesar 0,05 perseb terhadap Yuan.

Pukul 15.59 ET atau 02.59 WIB, Rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,07 persen terhadap Dolar AS. Dengan kata lain, nilai tukar Dolar AS Rupiah berada di level Rp17.667 per Dolar

Pukul 19.22 ET atau 06.22 WIB) Euro melemah tipis 0,02 persen ke posisi 1,1617. Sedangkan Yen Jepang bergerak flat di level 159,00, dan Poundsterling bertahan stagnan di level 1.3431.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya