Berita

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Golkar, Firman Subagyo. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Komisi IV DPR:

Ancaman PMK Bukan Alasan Buka Impor Hewan Kurban

KAMIS, 21 MEI 2026 | 16:41 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak boleh menjadi alasan untuk membuka keran impor sapi di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban jelang Iduladha.

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Golkar, Firman Subagyo menilai pemerintah harus fokus memperkuat pengawasan kesehatan hewan dan melindungi peternak lokal, bukan justru membuka ruang masuknya sapi impor dengan dalih wabah penyakit.

“Jangan sampai nanti ini ada intervensi sapi-sapi dari luar negeri atau impor masuk karena mungkin biayanya lebih murah,” kata Firman di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis 21 Mei 2026. 


Menurutnya, persoalan utama saat ini adalah memastikan seluruh sapi yang dimobilisasi ke Pulau Jawa benar-benar memiliki sertifikat bebas PMK.

Firman mengatakan, pelaksanaan vaksinasi PMK di sejumlah daerah juga masih belum maksimal. Kondisi itu dikhawatirkan dapat kembali memukul peternak lokal seperti yang terjadi pada wabah sebelumnya.

Ia mencontohkan banyak peternak terpaksa menjual sapi jauh di bawah harga normal akibat kepanikan pasar saat PMK merebak.

“Yang harganya Rp20 juta dijual Rp5 juta. Daripada kena PMK, udah jual murah saja,” kata Firman.

Firman juga menyoroti tingginya biaya operasional yang kini dihadapi pelaku usaha peternakan, mulai dari distribusi hingga harga bahan bakar industri yang terus naik.

Karena itu, ia khawatir situasi tersebut nantinya dijadikan alasan untuk mendatangkan sapi impor yang dianggap lebih murah dan lebih mudah tersedia.

Pernyataan Firman merespons langkah Badan Karantina Indonesia atau Barantin yang memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban menjelang Iduladha, termasuk terhadap ratusan sapi asal Nusa Tenggara Timur yang masuk ke Pulau Jawa.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya