Berita

Menlu Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

RI Kutuk Perlakuan Tidak Manusiawi Israel terhadap Relawan Global Sumud Flotilla

KAMIS, 21 MEI 2026 | 13:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman keras terhadap tindakan aparat Israel yang dinilai memperlakukan para relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 secara tidak manusiawi.

Dalam unggahan resmi di akun X, Kamis, 21 Mei 2026, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa tindakan Israel terhadap para relawan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal dan merupakan bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. 

“Indonesia mengutuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan oleh Israel. Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” tulis Kemlu RI.


Kemlu RI memastikan upaya diplomatik terus dilakukan untuk membebaskan seluruh WNI yang berada dalam armada tersebut. 

Pemerintah disebut telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak sejak keberangkatan Global Sumud Flotilla guna memastikan keselamatan para relawan Indonesia. 

“Pelindungan WNI merupakan prioritas utama. Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke tanah air secepatnya,” tegas Kemlu.

Kecaman terhadap Israel menguat setelah video yang memperlihatkan para aktivis Global Sumud Flotilla diikat dan dipaksa berlutut di atas dek kapal militer viral di media sosial. 

Rekaman itu diunggah langsung oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, melalui akun X pribadinya pada Rabu waktu setempat, 20 Mei 2026.

Dalam video tersebut, puluhan relawan tampak menundukkan kepala dengan tangan terikat sementara lagu kebangsaan Israel diperdengarkan di latar belakang. Ben Gvir bahkan terlihat berjalan di antara para tahanan sambil mengibarkan bendera Israel. 

“Begitulah cara kami menyambut para pendukung teror. Selamat datang di Israel,” tulis Ben Gvir dalam unggahannya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa sembilan WNI Global Sumud Flotilla bukan korban penculikan atau penyanderaan, melainkan diamankan karena kapal mereka dicegat Israel.

“Saat ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan. Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ini diintersep, karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apapun masuk ke wilayah tersebut untuk kepentingan apapun,” ujar Sugiono di DPR, Kamis, 21 Mei 2026.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya