Berita

Menlu Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Menlu Sugiono Tegaskan Sembilan WNI Tidak Diculik Israel, Tapi Kapal Mereka Diintersep

KAMIS, 21 MEI 2026 | 11:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang berada dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 bukan menjadi korban penculikan ataupun penyanderaan oleh Israel. 

Mengutip pernyataannya di DPR, Kamis, 21 Mei 2026, Sugiono membandingkan kasus saat ini dengan aksi penahanan yang dilakukan Israel terhadap aktivitas Global Sumud Flotilla 1.0 yang berlayar pada pertengahan September 2025 lalu. 

“Berdasarkan apa yang terjadi sebelumnya, yang 1.0 juga waktu dideportasi itu tidak ada.. Saat ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan," ujarnya kepada awak media.


Menurutnya, insiden yang terjadi merupakan pencegatan terhadap kapal bantuan kemanusiaan yang dilakukan otoritas Israel di wilayah perairan yang diblokade.

"Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ini diintersep, karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apapun masuk ke wilayah tersebut untuk kepentingan apapun,” kata Sugiono.

Sugiono juga memastikan tidak ada syarat khusus atau tebusan yang diajukan Israel terkait pembebasan para WNI tersebut. 

"Tidak ada (syarat)," ujarnya singkat.

Meski demikian, Sugiono mengecam tindakan Israel yang dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan. Ia menegaskan para relawan Indonesia berada dalam misi damai untuk membantu warga Palestina di Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.

“Dan apa yang dilakukan oleh Israel merupakan suatu hal yang melanggar kemanusiaan. Karena mereka adalah ada dalam misi damai, saya hargai, apresiasi semangat mereka untuk eh sama-sama mencari solusi dari permasalahan dari saudara-saudara kita yang ada di Palestina, di Gaza,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia, lanjut Sugiono, kini terus memantau kondisi para WNI sambil mengupayakan jalur diplomasi melalui negara-negara yang memiliki hubungan dengan Israel.

“Kita juga sudah minta bantuan dari teman-teman kita di Yordania, di Turki, kemudian juga dari sumber-sumber lain ya. Rekan-rekan yang ada di negara-negara yang punya hubungan diplomatik dengan Israel untuk menyampaikan pesan ini,” kata Sugiono.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi jumlah WNI yang diamankan tentara Israel bertambah menjadi sembilan orang. Mereka di antaranya:

1. Herman Budianto Sudarsono. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

3. Andi Angga Prasadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1

5. Hendro Prasetyo. (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1

6. Bambang Noroyono. (REPUBLIKA) Kapal BoraLize

7. Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk

8. Andre Prasetyo Nugroho - (Tempo) Kapal Ozgurluk

9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya