Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai pernyataan keras tersebut merupakan sinyal politik bahwa Presiden mulai membuka perang terhadap kelompok-kelompok birokrasi yang selama ini dianggap menjadi “negara dalam negara”.
Amir melihat ucapan tersebut mencerminkan akumulasi kekecewaan Presiden terhadap berbagai persoalan di lapangan, mulai dari lambannya pelayanan, kebocoran penerimaan negara, mafia impor, hingga dugaan permainan elite ekonomi yang selama bertahun-tahun sulit disentuh.
Populer
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09
Senin, 11 Mei 2026 | 14:27
UPDATE
Rabu, 20 Mei 2026 | 22:07
Rabu, 20 Mei 2026 | 22:06
Rabu, 20 Mei 2026 | 21:54
Rabu, 20 Mei 2026 | 21:52
Rabu, 20 Mei 2026 | 21:43
Rabu, 20 Mei 2026 | 21:33
Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26
Rabu, 20 Mei 2026 | 21:04
Rabu, 20 Mei 2026 | 20:59
Rabu, 20 Mei 2026 | 20:55