Berita

Ilustrasi Hantavirus. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Gejala Awal Terinfeksi Hantavirus Umumnya Demam dan Nyeri Otot

KAMIS, 21 MEI 2026 | 04:29 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus setelah penyakit tersebut dilaporkan muncul di sejumlah daerah di Indonesia.

Epidemiolog sekaligus Profesor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Masdalina Pane mengatakan, hantavirus gejala awalnya tidak khas.

Pada orang dewasa, Masdalina menyebut, tanda demamnya tidak terlalu khas. Beda dengan gejala demam pada anak-anak yang suhunya mencapai 38,5° Celcius. 


"Sedangkan gejala lainnya adalah nyeri otot dan sendi, kadang juga disertai mual dan muntah mirip gejala sejumlah penyakit infeksi," kata Masdalina saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu 20 Mei 2026.

Gejala khas hantavirus muncul ketika terjadi perburukan cepat dalam hitungan jam, yang mirip simptom demam berdarah, ada infiltrasi plasma ke jaringan luar dan gagal ginjal akut. 

"Di situlah insting klinis dokter berjalan, karena perburukannya cepat, sementara gagal ginjal kan bukan penyakit dadakan," kata Masdalina.

Karena itulah, Masdalina menilai tantangan awal bagi tenaga medis adalah mendeteksi gejala awal hantavirus. Khususnya untuk varian atau strain yang ditemukan di Indonesia, yang menular dari hewan ke manusia. 

Varian ini gejalanya lebih ringan dari strain Andes dari Amerika Selatan, yang mematikan dan sudah menular antarmanusia. 

Di Argentina, penyebaran hantavirus varian HPS atau HCPS yang menyerang jantung dan sistem pernapasan tercatat 70 kasus per tahun. Sedangkan di Cina dan Korea Selatan, hantavirus mencapai ribuan kasus per tahun.

Kementerian Kesehatan mencatat sepanjang 2024-2026 ada 23 kasus hantavirus di Indonesia. Dari angka itu, 20 orang sembuh dan 3 pasien meninggal dunia. 

Sampai pertengahan Mei 2026, Dinas Kesehatan DKI mencatat ada enam suspek hantavirus yang masih dipantau hingga saat ini. Di Indonesia, virus ini ditularkan melalui tikus ke manusia.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya