Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. (Foto: RMOL)

Politik

Pemerintah Harus Proaktif Selamatkan WNI yang Disandera Israel

RABU, 20 MEI 2026 | 15:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Aksi militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dan menyandera tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) di perairan internasional terus menuai kecaman. WNI yang ditangkap merupakan aktivis kemanusiaan dan jurnalis nasional.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, menegaskan bahwa insiden ini menjadi bukti nyata di mata dunia mengenai watak asli dari rezim zionis.

"Penangkapan WNI yang merupakan aktivis kemanusiaan dan jurnalis ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa zionis Israel sama sekali tidak menghendaki adanya perdamaian. Mereka secara terang-terangan melanggar hukum humaniter internasional dan terus berupaya menghalangi bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza," ujar Kholid dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.


Menyikapi situasi darurat tersebut, Kholid mengingatkan bahwa keselamatan warga negara merupakan amanat konstitusi yang tertinggi. Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah nyata yang jauh lebih tegas dan strategis.

"Pemerintah Indonesia tidak boleh diam atau hanya sebatas melayangkan kecaman. Skala ancaman ini sudah sangat serius karena menyangkut keselamatan nyawa warga kita yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan dan jurnalistik yang sah," tegasnya.

PKS mendesak Kementerian Luar Negeri dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah diplomatik tingkat tinggi dan tidak berjalan sendiri dalam menghadapi arogansi Israel.

"Pemerintah harus proaktif melakukan upaya pembebasan dengan melibatkan dunia internasional secara masif . Kita harus segera menggerakkan jalur diplomasi melalui Dewan Keamanan PBB, negara-negara sahabat, hingga lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional untuk menekan Israel agar membebaskan seluruh WNI tanpa syarat," pungkas Kholid, anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VI itu.

WNI yang disandera Israel di antaranya adalah Andi Angga (aktivis), Bambang Noroyono (Republika), Andre Prasetyo (TV Tempo), Thoudy Badai (Republika), dan Heru Rahendro (iNews). PKS menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga seluruh WNI dipastikan pulang ke tanah air dalam kondisi selamat.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya