Berita

Bendahara Umum PP Fatayat NU, Wilda Tusururoh (Dok Fatayat NU)

Politik

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

RABU, 20 MEI 2026 | 11:32 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) didorong untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini.

Pesan tersebut disampaikan Bendahara Umum PP Fatayat NU, Wilda Tusururoh, dalam momentum Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU yang mengusung tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia”.

“Fatayat NU ingin terus menjadi ruang pemberdayaan perempuan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Tema ‘Berdaya, Berdampak, Mendunia’ mencerminkan ikhtiar kami agar kader perempuan NU tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga mampu memberi kontribusi luas bagi masyarakat,” ujar Wilda dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.


Menurut Wilda, kontribusi kader Fatayat NU sangat dinantikan masyarakat mengingat organisasi tersebut telah berkembang luas hingga ke berbagai daerah dan luar negeri.

Saat ini, Fatayat NU memiliki jaringan di 37 provinsi, 420 pimpinan cabang tingkat kabupaten/kota, sekitar 3.000 kecamatan, lebih dari 32 ribu desa dan kelurahan, serta 18 Pimpinan Cabang Istimewa di luar negeri.

Ia menilai penguatan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput menjadi modal penting untuk memperluas dampak gerakan Fatayat NU di tengah masyarakat.

Sementara itu, tema “mendunia” disebut tidak sekadar dimaknai sebagai ekspansi organisasi ke luar negeri. Lebih dari itu, Fatayat NU ingin membawa gagasan dan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam percakapan global, khususnya terkait perdamaian, moderasi beragama, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

“Perempuan muda NU harus percaya diri tampil di ruang publik nasional maupun internasional. Fatayat NU ingin terus membawa wajah Islam yang ramah, moderat, dan berpihak pada kemanusiaan,” katanya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya