Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Perkembangan Positif Iran-AS Tekan Harga Minyak Dunia

RABU, 20 MEI 2026 | 11:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia mengalami penurunan tipis setelah Amerika Serikat membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Selain itu, pasar juga merespons positif perkembangan terbaru terkait upaya perdamaian antara kedua negara.

Dikutip dari Euro News, Rabu 20 Mei 2026, harga minyak Brent untuk pengiriman Juli ditutup turun 82 sen atau 0,73 persen menjadi 111,28 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk pengiriman Juni turun 89 sen atau 0,82 persen menjadi 107,77 dolar AS per barel.

Penurunan harga ini terjadi setelah pemerintah AS menyampaikan adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran. Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan kedua negara sama-sama tidak ingin konflik militer kembali terjadi.


“Kami pikir kami telah membuat banyak kemajuan. Kami pikir Iran ingin membuat kesepakatan,” ujar Vance kepada wartawan di Gedung Putih.

Meski harga minyak turun, pasar energi global masih diliputi kekhawatiran mengenai pasokan minyak dunia. Salah satu penyebab utamanya adalah gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi minyak paling penting di dunia.

Kepala International Energy Agency, Fatih Birol, memperingatkan bahwa cadangan minyak global terus menurun dengan cepat. Menurutnya, dunia saat ini hanya memiliki persediaan minyak untuk beberapa minggu ke depan akibat terganggunya distribusi minyak dari kawasan Teluk.

Data awal IEA menunjukkan stok minyak global turun 129 juta barel pada Maret 2026 dan kembali turun 117 juta barel pada April 2026. Penurunan tersebut terjadi setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran yang menghambat ekspor minyak dari negara-negara Teluk.

IEA juga mencatat bahwa gangguan distribusi minyak dari kawasan tersebut kini telah melampaui satu miliar barel secara kumulatif. Saat ini, lebih dari 14 juta barel minyak per hari tidak dapat dikirim keluar dari wilayah Teluk.

“Dengan persediaan minyak global yang sudah menipis pada tingkat rekor, volatilitas harga lebih lanjut tampaknya masih mungkin terjadi menjelang puncak permintaan musim panas,” tulis IEA dalam laporan terbarunya.

Meski demikian, IEA menilai kondisi pasar minyak masih bisa membaik pada paruh kedua tahun ini apabila tercapai kesepakatan untuk membuka kembali aliran minyak melalui Selat Hormuz secara bertahap mulai kuartal ketiga 2026.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Puan: APBN 2027 Harus Jadi Instrumen Nyata untuk Sejahterakan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:19

28 Tahun Reformasi, Kekuasaan Harus Berjalan Independen

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18

Prabowo Minta Menkeu Segera Ganti Pimpinan Bea Cukai Bermasalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08

Bitcoin Depot Bangkrut, Hampir 10 Ribu ATM Ditutup

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07

Pemerintah Harus All Out Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01

Rupiah Melemah, UMKM dan Hilirisasi Industri Harus Diperkuat

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:46

Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Asal Bisa Hidup Layak dan Sejahtera

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:38

Sah! Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit Hingga Batu Bara Satu Pintu Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32

Selengkapnya