Berita

Ilustrasi (AI)

Politik

APJII: Penetrasi Internet Indonesia Tembus 81,72 Persen pada 2026

SELASA, 19 MEI 2026 | 12:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Transformasi digital di Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan. 

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) resmi meluncurkan hasil Survei Profil Internet Indonesia Tahun 2026.

Survei tersebut memotret berbagai aspek penggunaan internet nasional, mulai dari tingkat penetrasi internet, perilaku pengguna, pola akses digital, keamanan siber, hingga perkembangan layanan internet tetap atau fixed broadband di Indonesia.


Hasil survei menunjukkan tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2026 mencapai 81,72 persen atau setara 235.261.078 jiwa dari total populasi Indonesia sebanyak 287.303.234 jiwa. Angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di level 80,66 persen.

Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menilai kenaikan tersebut menunjukkan transformasi digital nasional berjalan semakin progresif dan inklusif.

“Internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat Indonesia. Hasil survei ini menunjukkan bahwa transformasi digital nasional terus berkembang dan perlu didukung dengan pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan literasi digital masyarakat,” ujar Muhammad Arif dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026.

Secara regional, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan kontribusi pengguna internet terbesar secara nasional. Tingkat penetrasi internet di Jawa mencapai 85,95 persen dengan kontribusi pengguna sebesar 58,24 persen.

Sementara itu, Kalimantan mencatat penetrasi sebesar 80,40 persen dengan kontribusi pengguna 6,20 persen. Sumatra berada di angka 78,24 persen dengan kontribusi pengguna 20,74 persen.

Adapun Bali dan Nusa Tenggara mencatat penetrasi 78,14 persen dengan kontribusi pengguna 5,26 persen. Sulawesi sebesar 72,58 persen dengan kontribusi pengguna 6,62 persen, sedangkan Maluku dan Papua mencapai 69,74 persen dengan kontribusi pengguna 2,94 persen.

“Data tersebut menunjukkan pemerataan akses internet terus berkembang meski kesenjangan digital antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” kata Muhammad Arif.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya