Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Kesehatan

Wabah Ebola Meluas, AS Langsung Tutup Akses dari Sejumlah Negara Afrika

SELASA, 19 MEI 2026 | 11:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah cepat menghadapi wabah Ebola yang menyebar di Republik Demokratik Kongo dan Uganda. 

Salah satu kebijakan yang langsung diterapkan adalah melarang warga negara asing masuk ke AS apabila dalam 21 hari terakhir pernah mengunjungi Kongo, Uganda, maupun Sudan Selatan.

Kebijakan tersebut diumumkan Departemen Luar Negeri AS bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada Senin, 18 Mei 2026. Pemerintah AS menyebut langkah itu penting untuk mencegah penyebaran Ebola ke wilayah Amerika sekaligus melindungi warga negaranya di luar negeri.


Dalam pernyataan resminya, Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan bahwa dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kasus Ebola terkonfirmasi pada 15 Mei 2026, pemerintah langsung membentuk pusat koordinasi darurat di Washington DC. Kedutaan Besar AS di sejumlah negara Afrika Timur dan Tengah juga diperintahkan memantau perkembangan wabah dan memberikan informasi kepada warga Amerika di wilayah terdampak.

“Tujuan utama kami adalah memastikan keselamatan warga Amerika di luar negeri dan melindungi tanah air Amerika,” tulis Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan resminya, dikutip Selasa, 19 Mei 2026.

Selain memperketat aturan perjalanan, pemerintah AS juga menyiapkan kemungkinan evakuasi atau pemulangan warga Amerika yang terdampak wabah. Proses itu akan dilakukan bersama CDC dan militer AS dengan mempertimbangkan tingkat paparan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Untuk mendukung penanganan wabah, Amerika menggelontorkan bantuan awal sebesar 13 juta Dolar AS. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat pengawasan penyakit, meningkatkan kapasitas laboratorium, memperluas edukasi risiko kepada masyarakat, hingga mendukung penanganan pasien Ebola dan proses pemakaman yang aman.

AS juga bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, Inggris Raya, dan sejumlah mitra internasional lainnya guna mempercepat respons global terhadap wabah tersebut.

Dalam pernyataan penutupnya, pemerintah AS menegaskan akan terus mengambil langkah agresif untuk menahan penyebaran Ebola. 

“Amerika Serikat akan terus melindungi warga negaranya, mendukung masyarakat yang terdampak, dan memimpin upaya internasional untuk menahan wabah ini dengan cepat, tegas, dan efektif,” tegasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Trenggono Akui Pensiun Dini dari TNI Usai Ditunjuk Jadi Wakil Kepala BGN

Senin, 08 Juni 2026 | 16:24

Razia Balap Liar di Pinang Ranti, Brimob cuma Amankan Satu Sepeda Motor

Senin, 08 Juni 2026 | 16:18

Tujuh Advokat Gugat Otto Hasibuan di PN Balikpapan

Senin, 08 Juni 2026 | 16:05

Silmy Karim Diperiksa Perdana KPK dengan Tangan Diborgol

Senin, 08 Juni 2026 | 16:04

Said Iqbal Merapat ke Istana, Siap Dilantik Jadi Penasihat Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 16:03

Wadirut Pertamina Kunjungi Kilang Balongan Pastikan Operasional Berjalan Baik

Senin, 08 Juni 2026 | 15:57

Jangan Kaget Masalah Ijasah Palsu Tidak akan Selesai

Senin, 08 Juni 2026 | 15:55

KPK Panggil 4 Swasta Kasus Gratifikasi di Lingkungan MPR

Senin, 08 Juni 2026 | 15:47

Profil Shin Tae Yong, Tangan Dingin Penakluk Jerman yang Kini Membesut Persija

Senin, 08 Juni 2026 | 15:45

Nanik S Deyang Berkebaya Biru Jelang Dilantik Jadi Kepala BGN

Senin, 08 Juni 2026 | 15:35

Selengkapnya