Berita

Menlu Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Menlu RI dan Sembilan Negara Lain Kutuk Serangan Israel terhadap Global Sumud Flotilla

SELASA, 19 MEI 2026 | 09:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono bersama sembilan negara lainnya melontarkan kecaman keras terhadap serangan Israel terhadap Global Sumud Flotilla.

Pernyataan bersama itu dirilis pada Senin, 18 Mei 2026 oleh para Menteri Luar Negeri dari Turki, Bangladesh, Brazil, Kolombia, Indonesia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol. 

Mereka menilai tindakan Israel terhadap kapal bantuan dan para aktivis kemanusiaan sebagai bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.


“Mengutuk sekeras-kerasnya serangan Israel yang diperbarui terhadap Armada Global Sumud, sebuah inisiatif kemanusiaan sipil damai yang bertujuan untuk menarik perhatian internasional terhadap penderitaan kemanusiaan yang dahsyat yang dialami rakyat Palestina,” demikian isi pernyataan tersebut.

Para menlu juga mengingatkan bahwa insiden serupa sebelumnya pernah terjadi di perairan internasional dan kembali menunjukkan pola tindakan represif terhadap misi sipil kemanusiaan. Serangan terhadap kapal serta penahanan aktivis dinilai tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

Selain mengecam tindakan Israel, kesepuluh negara tersebut menyampaikan kekhawatiran serius terhadap keselamatan para peserta sipil dalam armada Global Sumud Flotilla. 

Mereka mendesak pembebasan segera seluruh aktivis yang ditahan serta meminta penghormatan penuh terhadap hak dan martabat mereka selama berada dalam tahanan.

"Para Menteri menyampaikan keprihatinan serius mengenai keselamatan dan keamanan para peserta sipil dalam pawai tersebut dan menyerukan pembebasan segera semua aktivis yang ditahan, serta penghormatan penuh terhadap hak dan martabat mereka,' tegas mereka. 

Dalam penutup pernyataannya, para menlu menegaskan bahwa serangan berulang terhadap inisiatif kemanusiaan damai mencerminkan pengabaian terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi. 

Mereka pun menyerukan komunitas internasional agar mengambil langkah konkret untuk melindungi warga sipil, menjamin keamanan misi kemanusiaan, serta mengakhiri impunitas atas berbagai pelanggaran yang terjadi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya