Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Variatif, Jepang Hijau-Korea Merah

SELASA, 19 MEI 2026 | 08:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia dibuka bervariasi dan cenderung menguat pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, setelah harga minyak dunia turun tipis menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran. 

Dikutip dari CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,68 persen dan Topix menguat 1,16 persen setelah data ekonomi Jepang menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan. 

Di Australia, indeks ASX 200 naik sekitar 1,08 persen. Sementara pasar Korea Selatan justru melemah dengan indeks Kospi turun 1,06 persen, sedangkan Kosdaq bergerak stabil. Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong juga berada di bawah posisi penutupan sebelumnya, menandakan potensi pelemahan saat pembukaan pasar.


Investor juga mencermati data produk domestik bruto (PDB) Jepang kuartal pertama 2026 yang tumbuh 2,1 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibanding perkiraan analis sebesar 1,7 persen dan lebih baik dari pertumbuhan kuartal sebelumnya di level 1,3 persen. Namun, data ini belum sepenuhnya mencerminkan dampak perang Iran yang mulai memanas sejak akhir Februari.

Selain data ekonomi, pelaku pasar menyoroti pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang dinilai penting bagi hubungan ekonomi dan stabilitas kawasan Asia Timur.

Di pasar energi, harga minyak dunia masih berada di level tinggi meski mengalami koreksi. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,27 persen menjadi 107,28 Dolar AS per barel, sementara Brent melemah 2,67 persen ke 109,11 Dolar AS per barel. 

Penurunan ini terjadi setelah Trump menyatakan telah membatalkan “serangan yang dijadwalkan terhadap Iran” usai adanya permintaan dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

"Kesepakatan akan dibuat, yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat, serta semua negara di Timur Tengah. Yang terpenting, tidak akan ada senjata nuklir untuk Iran," tulis Trump di Truth Social.

Meski demikian, Trump juga memperingatkan bahwa militer AS tetap disiapkan untuk melancarkan serangan besar jika kesepakatan dengan Iran gagal tercapai. Situasi ini membuat pasar masih berhati-hati, terutama karena Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia masih ditutup oleh Iran.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya