Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Kesehatan

CDC Konfirmasi Kasus Ebola pada Warga Amerika, AS Perketat Pengawasan Pelancong

SELASA, 19 MEI 2026 | 08:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengonfirmasi adanya satu kasus Ebola pada warga Amerika Serikat yang tertular saat bekerja di Democratic Republic of the Congo (DRC). 

Pasien tersebut mulai mengalami gejala pada akhir pekan lalu dan dinyatakan positif Ebola pada Minggu malam, 17 Mei 2026, waktu setempat.

Dalam konferensi pers terbaru, CDC menyatakan pasien telah dipindahkan ke Jerman untuk menjalani perawatan intensif. Selain pasien utama, enam orang lain yang masuk kategori kontak berisiko tinggi juga sedang dipersiapkan untuk dipindahkan ke negara tersebut guna menjalani pemantauan kesehatan. CDC memilih Jerman karena memiliki pengalaman dalam menangani pasien Ebola dan waktu tempuh penerbangan yang lebih singkat dibanding membawa pasien ke AS.


Manajer Insiden Respons Ebola CDC, Satish Pillai, menegaskan pemerintah AS kini mengambil berbagai langkah pencegahan untuk mencegah virus masuk ke wilayah Amerika. Langkah tersebut mencakup peningkatan pemeriksaan kesehatan bagi pelancong dari DRC, Uganda, dan South Sudan, pembatasan masuk bagi sebagian warga non-AS yang baru bepergian dari kawasan terdampak, hingga penguatan kesiapan rumah sakit dan laboratorium di seluruh negeri.

“Bagi masyarakat Amerika, risiko terhadap Amerika Serikat tetap rendah,” kata Pillai, dikutip dari situs resmi CDC, Selasa 19 Mei 2026.

Ia juga meminta para pelancong yang datang ke wilayah wabah untuk menghindari kontak dengan orang sakit serta segera melapor jika mengalami gejala.

CDC menjelaskan wabah kali ini merupakan wabah Ebola ke-17 yang tercatat di DRC. Namun, jenis virus yang menyebar saat ini adalah spesies Bundibugyo, yang tergolong langka. Sebelumnya, wabah jenis ini hanya pernah tercatat sekali di Uganda pada 2007 dan sekali di DRC pada 2015.

Dalam penanganan wabah, CDC mengaku telah mengaktifkan pusat operasi darurat dan mengerahkan tim untuk membantu pelacakan kontak, pengujian laboratorium, pengawasan perbatasan, hingga edukasi masyarakat di wilayah terdampak. Sekitar 25 staf CDC disebut sudah berada di DRC, sementara tambahan tenaga ahli dari kantor pusat di Atlanta sedang dipersiapkan untuk berangkat.

Meski demikian, CDC mengakui hingga saat ini belum ada terapi maupun vaksin yang disetujui khusus untuk strain Ebola Bundibugyo. Pemerintah AS bersama lembaga kesehatan lain masih mempertimbangkan penggunaan terapi antibodi monoklonal dan langkah profilaksis pasca-paparan untuk pasien dan kontak erat berisiko tinggi.

Situasi wabah masih terus berkembang dan menjadi perhatian global, terutama karena muncul kekhawatiran terhadap potensi penyebaran lintas negara melalui perjalanan internasional. CDC menegaskan pihaknya akan terus bekerja sama dengan pemerintah DRC, Uganda, dan mitra internasional untuk menahan penyebaran wabah secepat mungkin.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya