Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
Pasar saham Eropa ditutup sebagian besar menguat pada akhir perdagangan Senin, 18 Mei 2026 Waktu setempat memulihkan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya.
Investor mulai beradaptasi dengan dampak hambatan makroekonomi terhadap proyeksi pendapatan perusahaan, meskipun ketegangan geopolitik antara AS dan Iran di Selat Hormuz yang belum mereda terus menahan harga energi dan imbal hasil obligasi tetap tinggi.
Di pasar regional, indeks STOXX 600 naik 0,3 persen ke level 609, sementara STOXX 50 zona Euro menguat tipis ke posisi 5.832.
Kenaikan lebih signifikan dicatatkan oleh CAC 40 Prancis yang tumbuh 0,4 persen ke 7.987, serta FTSE 100 Inggris yang melonjak 1,1 persen sekaligus memulihkan kejatuhan tajam pada sesi sebelumnya. Sementara DAX Jerman ditutup menguat 1,49 persen atau 357,35 poin ke posisi 24.307,92.
Lonjakan harga minyak dan gas menjadi pendorong utama sektor energi setelah AS dilaporkan menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran.
Situasi ini menguntungkan saham-saham raksasa minyak seperti TotalEnergies, Shell, dan BP yang semuanya melonjak lebih dari 2 persen. Penguatan ini turut merembet ke sektor industri, di mana Airbus terangkat 1,6 persen dan Safran naik 0,9 persen.
Di sektor keuangan, pergerakan cenderung bervariasi namun didominasi oleh tren positif.
Penyedia layanan keuangan seperti Allianz, Nordea, AXA, dan Munich Re berhasil naik lebih dari 1 persen untuk mengompensasi penurunan sesi lalu.
Tren kenaikan juga terjadi pada perbankan Inggris termasuk HSBC, Lloyds, Barclays, dan NatWest yang bergerak menguat antara 0,5 persen hingga 1,2 persen.
Sentimen positif terbesar datang dari operator bursa Deutsche Boerse yang melonjak 5 persen setelah adanya laporan bahwa TCI meningkatkan kepemilikan posisi mereka.
Di sisi lain, saham BNP Paribas justru melemah 1,4 persen akibat kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi yang didorong oleh sektor energi.
Sementara itu, saham barang mewah berhasil bangkit dari tekanan setelah sempat anjlok akibat lemahnya data penjualan ritel China. Rebound ini dipimpin oleh Kering yang naik 1,1 persen, Hermès 0,3 persen, serta penguatan tipis pada LVMH dan L’Oréal.
Sektor transportasi udara juga bergerak positif, terbukti dari saham IAG yang menguat di atas 2 persen meskipun industri penerbangan sempat dibayangi peringatan pembengkakan biaya pemeliharaan dan bahan bakar dari Ryanair.
Sebaliknya, koreksi melanda sektor teknologi dan pertambangan. Saham ASML merosot 3,2 persen akibat sentimen negatif global yang menimpa infrastruktur kecerdasan buatan.
Di sektor komoditas, Anglo American, Endeavour Mining, dan Antofagasta kompak melemah di atas 1 persen, diikuti penurunan pada Rio Tinto dan Glencore.