Berita

Gubernur BI, Perry Warjiyo. (Foto: Istimewa)

Publika

Gubernur BI Kerepotan Jelaskan Rupiah Anjlok

SELASA, 19 MEI 2026 | 01:02 WIB

KOMISI XI DPR memanggil Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dan jajarannya, hari ini, terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, sejak bulan April lalu.

Agak kerepotan juga Perry Warjiyo  menjelaskan kenapa rupiah melemah terhadap dolar di saat fundamental ekonomi kita relatif baik.

Perry Warjiyo seperti menghindar bicara soal melemahnya rupiah terhadap dolar. Ia menggantinya dengan istilah stabilitas nilai tukar.


Baginya, sebagai nilai tukar, rupiah relatif stabil, karena berada pada kisaran 5,4 persen, terhadap dolar. 

Sudah jelas melemah, tapi tetap dibilang stabil.

Inilah yang membuat anggota DPR dari Fraksi PDIP, Dolfie Othniel Frederic Palit, yang juga Wakil Ketua Komisi XI, memprotes penjelasan Gubernur BI itu.

Baginya, rupiah bisa dikatakan stabil kalau dia kembali pada kondisi semula, minimal pada bulan April lalu, sekitar Rp16.000, bukan terus menaik, hingga akan menembus angka Rp18.000 saat ini.

Tapi, tetap saja Gubernur BI, mengatakan rupiah sebagai nilai tukar tetap stabil dengan rumusannya itu. 

Memang, April, Mei, dan Juni, kebutuhan pada dolar menguat, sehingga rupiah terus melemah.

Gubernur BI hanya bisa memperkirakan bahwa rupiah akan menguat lagi nantinya pada bulan Juli, Agustus, dan seterusnya.

Ketua Komisi XI, Misbakhun, sampai ikut bersuara mempertanyakan istilah stabilitas nilai tukar yang diletakkan pada kisaran 5,4 perseb, masih bisa dikatakan stabil.

Lagi-lagi, pentingnya pemakaian diksi, seperti kuliah saya dulu di Fakultas Sastra? 

Diksi, ternyata sangat penting, termasuk dalam ilmu ekonomi saat ini.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya