Berita

Wagub Rano Karno meninjau fasilitas pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark. (Foto: PPID DKI Jakarta)

Dunia

Rano Karno Belajar Pengelolaan Sampah di Kopenhagen

SENIN, 18 MEI 2026 | 23:38 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Delegasi Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Wagub Rano Karno meninjau fasilitas pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark pada Minggu 17 Mei 2026 waktu setempat.

Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya Jakarta mempelajari sistem pengelolaan sampah modern yang terintegrasi dan ramah lingkungan.

Di fasilitas tersebut, sampah yang telah dipilah diolah melalui teknologi waste-to-energy. Sampah dibakar pada suhu tinggi hingga 1.000 derajat Celsius untuk menghasilkan uap panas yang kemudian menggerakkan turbin pembangkit listrik. 


Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan pemanas bagi sekitar 100.000 hingga 150.000 rumah tangga di Kota Kopenhagen.

Manajemen Copen Hill menyebut keberhasilan pengolahan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

“Kami menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dengan 10 kategori. Sampah makanan diproses di fasilitas berbeda, sedangkan sampah rumah tangga dipisahkan antara kaca, plastik, serta logam sebelum diolah menjadi energi,” kata Flemming G. Nielsen dari Amager Resource Center, pengelola Copen Hill, dikutip Senin 18 Mei 2026.

Fasilitas yang mulai beroperasi pada 2017 itu mampu mengolah sekitar 440.000 hingga 610.000 ton sampah setiap tahun. Dari proses tersebut, Copen Hill menghasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas. 

Adapun limbah makanan yang diolah di fasilitas terpisah dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas bagi kebutuhan masyarakat.

Sedangkan Rano mengatakan, pengelolaan sampah di Copen Hill menunjukkan fasilitas lingkungan dapat dibangun secara modern, efisien, sekaligus terbuka bagi publik.

“Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal," kata Rano.

Yang menarik, kata Rano, kawasan ini dirancang ramah bagi masyarakat, ada area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput. 

"Jadi fasilitas lingkungan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang tertutup dan kumuh,” kata Rano.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya