Berita

Analis politik dan militer Selamat Ginting. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Dr. Selamat Ginting:

Faktor Keamanan dan Tata Kelola Politik Lokal Masih jadi PR di Papua

SENIN, 18 MEI 2026 | 21:12 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Belum meratanya pembangunan fisik sampai dengan masalah keamanan jadi contoh persoalan yang harus dilihat secara menyeluruh di wilayah Papua. 

Konflik tak berkesudahan yang terjadi di Papua juga menunjukkan bahwa masalah tersebut harus dituntaskan hingga ke akar.

Sebab, tidak jarang bila ada wacana pembangunan fisik atau infrastruktur akan berhadapan dengan ancaman serius dari kelompok bersenjata, Organisasi Papua Merdeka (OPM), parahnya sampai menimbulkan korban jiwa.


”Persoalan terbesar justru terletak pada faktor keamanan dan tata kelola politik lokal. Di lapangan, pembangunan Papua menghadapi ancaman serius dari kelompok Organisasi Papua Merdeka,” kata analis politik dan militer Selamat Ginting dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026.

Akademisi dari Universitas Nasional (Unas) itu pun memberi contoh nyata saat tragedi penyerangan dan pembunuhan yang dilakukan OPM terhadap pekerja PT Istaka Karya di Nduga pada 2018.

Proyek pembangunan dan aparat pelayanan publik sering dijadikan target serangan. Selamat menilai di sinilah peran TNI menjadi sangat strategis. Kehadiran TNI di Papua tidak dapat dilihat semata-mata dalam konteks operasi tempur. 

Dalam doktrin Operasi Militer Selain Perang (OMSP), TNI juga menjalankan fungsi sosial, teritorial, dan pembangunan, mulai dari mengajar anak-anak di pedalaman, membuka akses air bersih, memberikan pelayanan kesehatan gratis, membantu distribusi logistik, membangun infrastruktur desa, hingga mendukung ketahanan pangan masyarakat.

"Strategi ini menunjukkan bahwa pendekatan keamanan di Papua telah bergeser dari pola 'hard approach' menuju kombinasi keamanan dan kesejahteraan. Negara menyadari bahwa stabilitas tidak mungkin tercapai hanya melalui operasi militer, tetapi juga melalui peningkatan kesejahteraan rakyat," jelasnya.

Selain hard approach, Selamat juga menyebut faktor penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) harus diawasi dengan baik. Tujuannya, agar masyarakat dapat menikmati hasilnya. 

"Oleh karena itu, pemerintah pusat harus berani melakukan evaluasi serius terhadap pengelolaan dana Otsus. Pengawasan harus diperketat agar anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Papua, bukan hanya berputar di lingkar elite politik lokal,” ungkap dia. 

“Papua membutuhkan kombinasi tiga pendekatan sekaligus: pembangunan, keamanan, dan keadilan sosial. Ketiganya tidak dapat dipisahkan," pungkas Selamat.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya