Berita

Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Pasar Tersentak Pidato Prabowo

IHSG Rontok Nyaris 2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.668 per Dolar AS

SENIN, 18 MEI 2026 | 17:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah ditutup melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah turun 0,40 persen ke level Rp17.668 per Dolar AS pada penutupan sore ini. Level tersebut menjadi penutupan terlemah sepanjang sejarah bagi mata uang Garuda.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan Dolar AS dipicu meningkatnya risiko inflasi global akibat tingginya harga minyak dunia.


“Prospek kebijakan moneter ketat dari The Fed semakin menguat karena harga energi yang lebih tinggi jelas telah memperlambat kemajuan disinflasi, mendorong inflasi semakin jauh dari target 2 persen The Fed,” ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menambahkan, ketidakpastian geopolitik juga turut memperburuk sentimen pasar setelah upaya mengakhiri konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran disebut mengalami kebuntuan.

Selain faktor global, Ibrahim menilai pasar domestik ikut tersengat sentimen negatif oleh pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan Rupiah.

"Pasar tersentak dengan pernyataan Presiden Prabowo yang mengatakan sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan Dolar AS dalam aktivitas sehari-hari sehingga dampaknya dinilai tidak terlalu langsung dirasakan," jelasnya.

Menurut Ibrahim, pernyataan itu dinilai kurang tepat mengingat masyarakat desa saat ini juga memahami perkembangan ekonomi dan transaksi mata uang asing seiring meratanya teknologi informasi.

“Kondisi masyarakat di desa saat ini lebih pandai dibandingkan masyarakat kota karena teknologi sudah merata, sehingga salah kalau Prabowo mengatakan orang desa tidak mengenal Dolar AS,” ungkap dia.

Ia juga menyoroti peran jajaran di sekitar Presiden, khususnya Sekretariat Kabinet, yang dinilai perlu melakukan evaluasi terhadap penyusunan pidato kepala negara.

“Ini merupakan koreksi yang harus dilakukan oleh Sekretariat Kabinet untuk melakukan pembenahan agar ke depan tidak terjadi lagi,” tegas Ibrahim.

Ia pun memprediksi Rupiah akan bergerak di kisaran  Rp17.680- Rp17.750 pada perdagangan Selasa, 19 April 2026.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut ditutup melemah 1,85 persen atau turun 124,08 poin ke level 6.599,24 pada sore ini.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp20,47 triliun dengan volume perdagangan 29,72 miliar saham dalam 2,54 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga menyusut menjadi Rp11.539 triliun.

Sebanyak 647 saham tercatat turun, 183 saham stagnan, dan 129 saham menguat. 

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.398,79 hingga 6.631,28. Pada sesi pertama, indeks bahkan sempat anjlok lebih dari 4 persen sebelum perlahan memangkas pelemahan.

Mengutip data Refinitiv, sektor bahan baku menjadi yang paling tertekan dengan penurunan mencapai 6,55 persen. Disusul sektor utilitas yang melemah 2,96 persen dan sektor kesehatan turun 2,75 persen.


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya