Berita

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan telah berangsur-angsur kondusif. (Foto: Polda Papua)

Presisi

Polda Papua Pastikan Kondisi Wamena Kondusif Usai Perang Suku

SENIN, 18 MEI 2026 | 15:33 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan telah berangsur-angsur kondusif.

Kepastian itu disampaikan Polda Papua pasca-ricuh perang antar suku beberapa waktu lalu.

Situasi kamtibmas berangsur kondusif usai aparat gabungan Polres Jayawijaya dan Sat Brimob Polda Papua ditempatkan di tujuh titik strategis di wilayah Kota Wamena.


“Situasi di Wamena saat ini berangsur-angsur kondusif,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Lanjut Cahyono, aktivitas masyarakat juga mulai kembali berjalan normal.

“Masyarakat sudah mulai kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa, baik kegiatan peribadatan, perkantoran maupun aktivitas pendidikan,” jelasnya.

Selain menyiagakan petugas, kepolisian juga membantu memfasilitasi dialog antara pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat di Gereja Gonambur, Distrik Sinakma, Kabupaten Jayawijaya, Minggu, 17 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Roby Suryadi, LO Polda Papua Pegunungan, Kombes Andi Yoseph Enoch, Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, Kapolres Lanny Jaya, AKBP Frans D. Tamaela, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

“Langkah persuasif dan dialogis akan terus dikedepankan bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh unsur terkait agar situasi tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Sementara terkait dampak dari perang suku yang terjadi sejak Jumat,.tercatat ada 13 orang meninggal dunia dan 20 orang mengalami luka-luka. Selain itu ada 177 rumah, 63 honai, 8 ruko, 1 bangunan sekolah, 1 kantor desa, 48 mobil, serta 43 mengalami kerusakan.


Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya