Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, mengunjungi kediaman legenda tinju Indonesia, Pino Bahari. (Foto: Dok. Pribadi)
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI
(Purn) Marciano Norman, mengunjungi kediaman legenda tinju Indonesia,
Pino Bahari, di Denpasar, Bali.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan moril bagi Pino yang kini menjalani masa pemulihan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu.
Pino mengalami kecelakaan di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai pada 13 April 2026. Akibat insiden itu, ia mengalami patah tulang engkel kaki kiri dan retak tulang rusuk. Pino sempat menjalani operasi sebelum akhirnya diperbolehkan pulang untuk melanjutkan pemulihan di rumah.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir petinju Bali berdarah NTT, Julio Bria. Julio merupakan salah satu atlet binaan Pino yang pernah meraih medali emas SEA Games Palembang dan kini aktif sebagai pelatih tinju Persatuan Tinju Amatir Indonesia Bali.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Marciano berharap kondisi kesehatan Pino segera pulih sehingga dapat kembali aktif membina atlet-atlet muda Indonesia.
“Semoga kondisi fisik Pino segera pulih membaik dan dapat kembali beraktivitas. Saya berharap legenda tinju seperti Pino dapat terus melahirkan atlet-atlet tinju hebat,” kata Marciano dikutip Sabtu 16 Mei 2026.
Pino menyampaikan harapannya agar pemerintah memiliki regulasi terkait dana pensiun bagi atlet nasional berprestasi.
Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan atlet setelah pensiun masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperjuangkan bersama.
“Beliau juga menanggapi dengan serius permohonan saya agar pemerintah pusat menganggarkan dana pensiun bagi para mantan atlet nasional yang berprestasi,” ujar Pino.
Ia berharap perjuangan tersebut dapat mendorong lahirnya regulasi yang menjamin kesejahteraan mantan atlet nasional melalui dana pensiun.
“Semoga perjuangan beliau bisa mendorong terbentuknya undang-undang yang menjamin kesejahteraan mantan atlet nasional melalui dana pensiun,” lanjutnya.
Pino juga mengungkapkan bahwa Marciano berpesan agar dirinya tetap aktif membina dunia tinju Indonesia setelah pulih dari cedera.
“Beliau juga berpesan agar setelah saya sembuh saya tetap aktif membina dan memajukan olahraga tinju,” kata Pino.
Lahir di Denpasar pada 15 Oktober 1972, Pino Bahari merupakan putra pelatih tinju legendaris, Daniel Bahari. Ia mulai berlatih tinju sejak usia lima tahun di bawah arahan sang ayah.
*
Kontributor Bali