Berita

Saham Being (Foto: Imagined by Babbe)

Bisnis

Saham Boeing Anjlok, Investor Kecewa Pesanan dari China Tak Sesuai Ekspektasi

SABTU, 16 MEI 2026 | 10:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Boeing mengalami tekanan cukup besar dan turun 3,7 persen, bahkan sempat menyentuh level terendah 220,45 Dolar AS sebelum ditutup di kisaran 220,63 Dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 15 Mei 2026.

Tekanan terhadap saham Boeing muncul di tengah beragam sentimen pasar sepanjang pekan ini, mulai dari kabar potensi pesanan besar dari China hingga masalah hukum terkait pesawat 737 Max.

Dari sisi positif, pasar sempat menyambut laporan bahwa China berpotensi membeli sekitar 200 pesawat Boeing. Jika terealisasi, kesepakatan tersebut dapat menjadi dorongan besar bagi bisnis Boeing karena membantu memperkuat daftar pesanan (order backlog) dan prospek penjualan jangka panjang perusahaan.


Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut peluang kerja sama itu masih bisa berkembang lebih besar lagi. Trump mengindikasikan jumlah pembelian pesawat dapat meningkat apabila pembicaraan dengan China berjalan lancar.

Namun, sentimen positif tersebut belum cukup kuat mengangkat saham Boeing. Investor masih menilai kesepakatan itu penuh ketidakpastian karena belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah China. 

Selain itu, detail mengenai jadwal pengiriman pesawat dan nilai transaksi juga belum jelas, sehingga pasar kesulitan menghitung dampak finansial sebenarnya terhadap Boeing.

Kekecewaan investor semakin terlihat karena sebagian pelaku pasar sebelumnya berharap China akan memesan pesawat dalam jumlah jauh lebih besar. Akibatnya, laporan pembelian 200 jet justru dianggap kurang memuaskan dan memicu aksi ambil untung pada saham Boeing.

Tekanan tambahan datang dari persoalan hukum lama Boeing. Perusahaan kembali menghadapi sorotan setelah juri menjatuhkan putusan ganti rugi senilai 49,5 juta Dolar AS terkait kecelakaan pesawat 737 Max. 

Kasus ini menambah beban reputasi dan risiko hukum yang masih menghantui Boeing dalam beberapa tahun terakhir.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya