Berita

Polda Metro Jaya merilis Tim Pemburu Begal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Jumat, 15 Mei 2026 (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Presisi

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Pemburu Begal, Siaga 24 Jam

SABTU, 16 MEI 2026 | 09:31 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Aksi pembegalan yang semakin marak dan meresahkan warga Jakarta serta sekitarnya mendorong Polda Metro Jaya membentuk Tim Pemburu Begal. Tim khusus ini disiapkan untuk merespons cepat berbagai tindak kejahatan jalanan yang kian brutal.

Para pelaku begal diketahui kerap membawa senjata tajam hingga senjata api untuk melancarkan aksinya. Kondisi itu membuat banyak korban memilih pasrah saat harta bendanya dirampas demi menghindari risiko kekerasan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan, tim tersebut akan bersiaga penuh selama 24 jam di sejumlah titik rawan kriminalitas.


“Kami sudah siapkan Tim Pemburu Begal yang siap beraksi 24 jam untuk bersama-sama menjaga Jakarta lebih aman,” ujar Iman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 15 Mei 2026.

Menurut Iman, pembentukan tim ini merupakan langkah konkret dan respons cepat kepolisian dalam menekan angka kejahatan begal di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Polisi telah memetakan sejumlah lokasi yang dinilai rawan tindak kriminal berdasarkan hasil analisis berbagai kasus yang terjadi. Personel gabungan dari tingkat Polsek, Polres, hingga Direktorat Reserse Kriminal Umum akan ditempatkan di titik-titik tersebut.

“Kami menemukan titik-titik rawan kejahatan dan di sana akan kami tempatkan tim kami, baik dari jajaran Polsek, Polres, maupun Direktorat Reserse Kriminal Umum,” jelasnya.

Selain patroli dan pengawasan lapangan, Polda Metro Jaya juga membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pengguna media sosial untuk mempercepat pertukaran informasi terkait aksi kriminal.

Iman menegaskan, kecepatan memperoleh informasi sangat penting agar aparat dapat segera bergerak dan mengungkap kasus yang terjadi.

“Kami membutuhkan kolaborasi aktif agar bisa bergerak cepat. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula kami mengungkap kejadian yang terjadi,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya