Berita

Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Ajib Hamdani (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CNBC Indonesia)

Bisnis

Dunia Usaha Soroti Pentingnya Belanja Berkualitas dan Reformasi Pasar Keuangan

SABTU, 16 MEI 2026 | 09:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah tekanan global yang terus membayangi ekonomi Indonesia, kalangan dunia usaha meminta pemerintah segera memperkuat fondasi ekonomi domestik agar lebih tahan menghadapi gejolak eksternal.

Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Ajib Hamdani, menilai penguatan ekonomi nasional tidak cukup hanya mengandalkan stabilisasi nilai tukar Rupiah atau intervensi jangka pendek di pasar keuangan.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pembenahan menyeluruh mulai dari kebijakan moneter, fiskal, pasar keuangan hingga sektor riil.


“Dunia usaha merekomendasikan kepada pemerintah empat hal, yaitu kebijakan moneter, fiskal, pasar keuangan, dan sektoral,” ujar Ajib dalam wawancara di sebuah podcast bersama CNBC Indonesia, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu, 15 Mei 2026.

Pada sektor moneter, Ajib menilai pemerintah dan Bank Indonesia harus segera menentukan prioritas kebijakan secara lebih terukur.

Menurutnya, terdapat dilema antara menjaga pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah.

Jika suku bunga tetap rendah demi mendorong pertumbuhan, tekanan terhadap rupiah berpotensi meningkat. Namun jika suku bunga dinaikkan untuk menjaga stabilitas kurs, pertumbuhan ekonomi bisa melambat.

“Pemerintah harus mengalkulasi secara cermat,” kata Ajib.

Selain kebijakan moneter, APINDO juga menyoroti pentingnya disiplin fiskal pemerintah.

Ajib menegaskan belanja negara harus diarahkan pada sektor-sektor produktif yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pemerintah perlu menerapkan prinsip spending better atau belanja yang lebih berkualitas agar ruang fiskal tetap sehat di tengah tekanan global.

“Jangan sampai pemerintah terlalu mendorong sektor populis, tapi yang terkorbankan adalah fiskal yang overheating,” ujarnya.

Kalangan dunia usaha menilai kualitas belanja negara menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.

Ajib juga menilai reformasi sektor pasar keuangan perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan regulator.

Menurutnya, pasar keuangan merupakan pintu utama masuknya aliran modal global jangka pendek ke Indonesia.

Karena itu, reformasi di sektor financial market harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya tarik pasar keuangan Indonesia di tengah meningkatnya kompetisi global memperebutkan arus modal internasional.

Sementara pada sektor riil, Ajib menekankan pentingnya strategi low cost economy sebagai fondasi utama memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

Menurutnya, efisiensi biaya ekonomi akan membuat Indonesia lebih mampu bertahan menghadapi gejolak geopolitik global yang sulit diprediksi.

“Pemerintah harus konsisten pada low cost economy,” kata Ajib.

Ia menilai penguatan ekonomi domestik harus menjadi fokus utama pemerintah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, mulai dari tensi geopolitik hingga konflik di jalur perdagangan internasional.

Dengan fondasi domestik yang kuat, Indonesia dinilai akan lebih siap menghadapi fluktuasi eksternal tanpa terlalu bergantung pada kondisi global.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya