Berita

Pekerja SPPG menyiapkan MBG. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Nusantara

Sasar Lintas Generasi, Menu Makan Bergizi Dirancang Penuhi Sepertiga Kebutuhan Gizi

SABTU, 16 MEI 2026 | 08:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar menyasar anak sekolah, melainkan menjadi intervensi strategis yang lebih luas untuk memutus rantai stunting. 

Melalui Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG), program ini juga difokuskan untuk menyasar kelompok rentan lainnya, seperti balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui, guna mengamankan periode krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ahli gizi, Dewi Marfuah, S.Gz., M.P.H, mengatakan, intervensi berkelanjutan pada kelompok rentan di luar lingkungan sekolah sangat krusial agar pemenuhan gizi nasional berjalan berkesinambungan sejak janin dalam kandungan.


"Kita tidak ingin melihat lagi ada ibu hamil yang 'kurus' karena nutrisinya habis terserap janin tanpa ada asupan pengganti yang memadai," jelas Dewi dalam keterangannya yang dikutip redaksi di Jakarta Sabtu, 16 Mei 2026. 

"Begitu pula dengan balita; pemberian makanan bergizi yang rutin, bukan sekadar sebulan sekali saat ke Posyandu, adalah kunci utama dalam menekan angka stunting di Indonesia," sambung perwakilan Bidang Ilmiah Persatuan Ahli Gizi (Persagi) DPC Kota Surakarta ini.

Selain menjaga masa depan balita dan ibu hamil, pos pelayanan melalui SPPG ini tetap memperkuat pemenuhan nutrisi harian anak sekolah yang seringkali melewatkan sarapan akibat keterbatasan ekonomi. 

Menu MBG sendiri diformulasikan secara lengkap mengandung karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, sayur, hingga buah. 

Dukungan publik terhadap langkah ini juga sangat masif, di mana data *Research Institute of Socio-Economic Development* (RISED) per Februari 2026 menunjukkan bahwa 81 persen keluarga rentan di kota-kota kecil mendukung penuh keberlanjutan MBG demi kepastian nutrisi anak mereka.

“Program MBG dirancang untuk memenuhi seperempat hingga sepertiga kebutuhan gizi harian anak. Dengan menu gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, sayur, hingga buah, siswa diharapkan memiliki energi cukup untuk berkonsentrasi belajar tanpa rasa lemas,” imbuh Dewi.

Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait risiko higienitas dan makanan basi, Dewi memastikan setiap unit SPPG menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sangat ketat di bawah pengawasan langsung ahli gizi. 

Petugas menerapkan rentang waktu yang diatur ketat antara proses memasak dan pengemasan agar uap panas tidak merusak kualitas hidangan. Selain itu, sebelum makanan benar-benar dibagikan kepada para siswa, pihak guru di sekolah akan bertindak sebagai tester atau penguji pertama untuk memastikan kelayakan rasa dan mutunya.

Guna meminimalkan sisa makanan (food waste), ahli gizi di lapangan terus memantau dan mengevaluasi daya terima menu di setiap daerah melalui koordinasi aktif dengan guru dan orang tua. Langkah berlapis ini diharapkan mampu membentuk fondasi kokoh untuk melahirkan generasi Indonesia yang sehat dan kompetitif di masa depan.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya