Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perdana Menteri Belarus Alexander Turchin di Minsk, pada Jumat 15 Mei 2026. (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

Dunia

RI Jajaki Kerja Sama Modernisasi Pertanian dengan Belarus

SABTU, 16 MEI 2026 | 03:08 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Belarus Alexander Turchin di Minsk, pada Jumat 15 Mei 2026.

Pertemuan yang digelar di sela Sidang Komisi Bersama (SKB) RI–Belarus ke-8 itu membahas peluang kemitraan strategis di bidang perdagangan, investasi, hingga pengembangan sektor pertanian modern.

Indonesia menilai Belarus memiliki pengalaman kuat dalam agroindustri dan mekanisasi pertanian yang dapat mendukung modernisasi pertanian nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan.


Belarus juga dikenal memiliki tingkat swasembada pangan mencapai sekitar 96 persen. Selain itu, sektor manufaktur negara tersebut berkontribusi sekitar 20,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024.

“Pemerintah berharap pengalaman dan teknologi pertanian Belarus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pangan di Indonesia,” kata Airlangga dalam keterangan resmi.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan kesiapan Indonesia menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko pada awal Juli 2026.

Menurut Airlangga, sejumlah agenda strategis tengah dipersiapkan, termasuk penyelesaian Roadmap Kerja Sama Indonesia–Belarus.

“Indonesia juga siap menyambut kunjungan delegasi bisnis Belarus ke Indonesia pada rangkaian kunjungan presiden Belarus,” ujarnya.

Indonesia juga memandang Belarus sebagai mitra penting di kawasan Eurasia Timur sekaligus pintu strategis menuju pasar Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Sementara itu, PM Alexander Turchin menegaskan komitmen Belarus untuk terus memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia. Ia juga mendukung pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Minsk guna memperlancar hubungan bilateral kedua negara.

Selain isu pertanian dan pangan, kedua pihak turut membahas implementasi Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang telah ditandatangani pada 21 Desember 2025 di Saint Petersburg.

Pemerintah Indonesia menilai perjanjian perdagangan bebas tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan yang saling menguntungkan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya