Berita

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Apindo: Beban Produksi Membengkak Imbas Rupiah Anjlok

SABTU, 16 MEI 2026 | 00:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus angka Rp17.600 mulai dikeluhkan kalangan pengusaha.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, depresiasi rupiah menjadi guncangan eksternal yang memperberat kondisi dunia usaha, terutama sektor manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Menurutnya, pelemahan ini akan menambah tekanan terhadap biaya produksi dan arus kas perusahaan.


“Pelemahan rupiah secara langsung meningkatkan biaya impor, khususnya karena struktur industri nasional masih sangat bergantung pada bahan baku dari luar negeri,” ujar Shinta kepada RMOL pada Jumat 15 Mei 2026.

Menurutnya, sekitar 70 persen bahan baku manufaktur masih berasal dari impor, dengan kontribusi bahan baku mencapai 55 persen dalam struktur biaya produksi. Sehingga setiap pelemahan rupiah, kata Shinta akan langsung mendorong kenaikan biaya dalam mata uang domestik.

“Dalam konteks ini, beban impor bahan baku memang terdampak secara relatif cepat, meskipun tingkat pass-through ke harga akhir bervariasi tergantung sektor dan kondisi permintaan,” kata Shinta.

Tak hanya dari sisi produksi, tekanan juga dirasakan perusahaan yang memiliki kewajiban utang dalam valuta asing (valas).

“Penguatan dolar AS meningkatkan beban kewajiban dalam valuta asing, baik dari sisi pembayaran bunga maupun pokok utang," kata Shinta.

Shinta menambahkan, kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih membuat pelaku usaha tidak leluasa menaikkan harga produk untuk menutup lonjakan biaya produksi.

“Ini yang kemudian menekan margin dan mempengaruhi keputusan ekspansi maupun penyerapan tenaga kerja,” pungkas Shinta.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya