Berita

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Hukum

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

JUMAT, 15 MEI 2026 | 21:47 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Modernisasi layanan perpajakan digital berupa sistem Coretax Direktorat Jenderal Pajak (DJP) diduga melanggar iklim persaingan usaha.

Dugaan pelanggaran tersebut diadukan Indonesian Audit Watch (IAW) ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam bentuk pengaduan masyarakat (Dumas) pada Jumat, 15 Mei 2026.

"Kami tidak sedang mengadukan bug atau error software. Kami mengadukan bagaimana pasar dibentuk sebelum Coretax dimulai," kata Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus di KPPU, Jakarta.


IAW mengaku menemukan indikasi keterlibatan sejumlah firma global sejak fase awal proyek Coretax berdasarkan dokumen publik dan newsletter DJP tahun 2020. 

Tiga nama yang disebut berada dalam orbit awal proyek Coretax adalah PT PricewaterhouseCoopers (PwC) Consulting Indonesia, PT Deloitte Consulting, dan PT KPMG Siddharta Advisory.

Dari ketiga nama tersebut, PwC menjadi sorotan utama. Firma tersebut diduga bukan hanya berperan sebagai agen pengadaan, tetapi juga ikut terlibat dalam penyusunan spesifikasi, desain tender, hingga proses evaluasi proyek.

Menurut Iskandar, yang dipersoalkan bukan identitas firma-firma tersebut, melainkan dugaan adanya desain pasar yang sejak awal mengarah pada kelompok tertentu.

"Yang kami persoalkan, apakah sejak awal persyaratan dan desain tender dibuat sedemikian rupa sehingga hanya firma tertentu yang bisa masuk?" ujarnya.

IAW menduga pola tersebut berpotensi mengarah pada pelanggaran Pasal 19, Pasal 22, hingga Pasal 24 UU 5/1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Temuan itu juga diperkuat sejumlah catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), mulai dari tingginya ketergantungan terhadap vendor, lemahnya transfer pengetahuan, hingga perubahan ruang lingkup proyek yang dinilai signifikan.

"Kalau pelaku nasional tersingkir sejak awal itu bukan kalah bersaing, melainkan disingkirkan sebelum bertanding. Jangan sampai tulang punggung fiskal negara dibangun dari proses yang tidak sehat," pungkas Iskandar.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya