Berita

Ilustrasi Polusi Udara Juga Bisa Memengaruhi Kesehatan Mental (Sumber: Gemini Generated Image)

Kesehatan

Tak Hanya Ganggu Paru-paru, Polusi Udara Juga Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

JUMAT, 15 MEI 2026 | 17:04 WIB | OLEH: TIFANI

Kualitas udara di Jakarta tercatat dalam kategori tidak sehat pada Jumat pagi (15/5/2026). Mengutip laman IQAir, indeks kualitas udara Jakarta mencapai poin 154 dengan konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 60 mikrogram per meter kubik. 

Angka ini lebih tinggi 12 poin dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Jakarta menempati posisi keempat dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia, di bawah Tangerang Selatan (165), Bekasi (161), dan Tangerang (155).

Kondisi udara yang memburuk tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, seperti gangguan pernapasan dan penyakit paru-paru. Sejumlah penelitian menunjukkan paparan polusi udara juga berkaitan dengan meningkatnya risiko depresi hingga berbagai gangguan kesehatan mental lainnya.


Polusi Udara dan Risiko Gangguan Mental

PM2,5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil, yakni kurang dari 2,5 mikrometer. Ukurannya membuat partikel ini mudah masuk ke paru-paru, lalu menyebar ke aliran darah hingga memengaruhi organ tubuh, termasuk otak.

Paparan jangka panjang terhadap PM2,5 diketahui dapat memicu peradangan dalam tubuh dan mengganggu kerja sistem saraf pusat. Kondisi tersebut kemudian dikaitkan dengan meningkatnya risiko depresi, kecemasan, stres psikologis, hingga penurunan fungsi kognitif.

Sejumlah studi juga menemukan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kualitas udara buruk cenderung mengalami tingkat stres lebih tinggi dibanding mereka yang hidup di lingkungan dengan udara lebih bersih. Dampak lainnya terlihat pada kualitas tidur dan kondisi emosional. 

Paparan polusi secara terus-menerus dapat mengganggu pola tidur, menurunkan produktivitas, serta memperburuk kondisi psikologis pada seseorang yang sebelumnya sudah memiliki gangguan mental. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environment International pada 2026 bahkan menyebut polusi udara berpotensi meningkatkan risiko skizofrenia, gangguan bipolar, hingga perilaku bunuh diri. 

Temuan tersebut menjadi perhatian karena hampir seluruh penduduk dunia saat ini terpapar udara yang melebihi ambang batas aman. Data WHO menunjukkan sekitar 99 persen populasi global menghirup udara dengan tingkat polusi di atas standar kesehatan. 

Kondisi terburuk banyak ditemukan di negara berpendapatan rendah dan menengah.

PM2,5 Jadi Polutan Paling Berbahaya

PM2,5 dikenal sebagai salah satu jenis polutan paling berbahaya karena ukurannya sangat kecil dan sulit disaring tubuh. Sumber polutan ini umumnya berasal dari asap kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembakaran sampah, hingga emisi pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Paparan PM2,5 dalam jangka panjang tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru, tetapi juga dikaitkan dengan penurunan kesehatan otak dan gangguan mental. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta pekerja yang sering beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok paling rentan terdampak polusi udara.

Kondisi kualitas udara yang tidak sehat membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak polusi udara antara lain:

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya