Film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita". (Foto: Istimewa)
Film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita". (Foto: Istimewa)
Praktisi hukum dan kolumnis, Agus Widjajanto menilai, film dokumenter sebagai karya independen memang memiliki ruang untuk menyampaikan kritik sosial dan realitas yang dianggap penting oleh pembuatnya.
Namun, kata dia, publik juga perlu memahami bahwa distribusi film di luar jalur bioskop komersial dan tanpa proses sensor resmi, menimbulkan konsekuensi tersendiri dalam ruang diskusi publik.
Populer
Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13
Jumat, 25 September 2026 | 14:51
Jumat, 25 September 2026 | 22:39
Minggu, 27 September 2026 | 11:44
Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36
Sabtu, 26 September 2026 | 02:36
Kamis, 24 September 2026 | 20:07
UPDATE
Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26
Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07
Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47
Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20
Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03
Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45
Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19
Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56
Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35
Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23