Berita

Menlu RI Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Indonesia Minta BRICS Hindari Polarisasi dan Konflik Geopolitik

JUMAT, 15 MEI 2026 | 10:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mendorong negara-negara anggota BRICS untuk mengambil peran strategis sebagai kekuatan penyeimbang dunia dengan menjauhi polarisasi serta menekan konflik geopolitik yang terus mengancam stabilitas global. 

Pesan itu disampaikan dalam BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, India, Kamis, 14 Mei 2026.

Sugiono mengingatkan bahwa perang selalu membawa konsekuensi ekonomi dan kemanusiaan yang sangat mahal, bahkan mengorbankan peluang besar bagi pembangunan dunia. 


“Saya juga ingin menyoroti realitas sederhana: bahwa biaya perang pada akhirnya adalah biaya hilangnya kesempatan," tegasnya.

Menurutnya, dana global dalam jumlah fantastis telah terbuang untuk konflik bersenjata, sementara kebutuhan rekonstruksi pascaperang terus membebani dunia dengan biaya yang jauh lebih besar.

“Triliunan dolar telah dihabiskan untuk konflik dan kehancuran, sementara rekonstruksi di wilayah yang terkena dampak menambah ratusan miliar dolar lagi," kata Menlu. 

Sugiono menegaskan bahwa situasi penuh gejolak tersebut bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan akibat pilihan politik yang lebih mengedepankan dominasi kekuatan dibandingkan jalur diplomasi. 

Karena itu, Indonesia memandang pilihan antara perang dan pembangunan harus ditempatkan sebagai agenda strategis bersama negara-negara berkembang.

“Oleh karena itu, pilihan antara perang dan pembangunan bukan hanya keharusan moral. Ini adalah keharusan strategis," ucap Menlu RI. 

Mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto dalam KTT ASEAN di Cebu pekan lalu, Sugiono memperingatkan bahwa dinamika Timur Tengah menjadi bukti nyata bagaimana persaingan geopolitik tanpa kendali hanya akan berujung pada kehancuran. 

“Bahwa perkembangan di Timur Tengah menunjukkan bagaimana ambisi dan persaingan geopolitik, jika dibiarkan tanpa kendali, hanya akan membawa kehancuran; dan kita tidak boleh membiarkan diri kita terseret oleh arus persaingan dan konfrontasi," paparnya. 

Menutup pernyataannya, Sugiono menegaskan Indonesia siap bekerja bersama BRICS untuk membangun tatanan global yang lebih damai dan berkeadilan. 

"Indonesia siap, bersama dengan anggota BRICS lainnya, untuk membantu membentuk dunia yang lebih damai, adil, dan lebih aman bagi semua," pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya