Berita

Menlu Sugiono (Foto: Kemlu RI)

Global

Menlu Sugiono di BRICS: Tak Ada Perdamaian Abadi Tanpa Keadilan bagi Palestina

JUMAT, 15 MEI 2026 | 09:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah mustahil terwujud selama hak-hak rakyat Palestina masih diabaikan. 

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, India, Kamis, 14 Mei 2026.

Dalam forum tersebut, Sugiono menyoroti bahwa instabilitas kawasan bukan semata persoalan konflik bersenjata, melainkan buah dari ketidakadilan yang dibiarkan berlarut-larut. 


“Di Timur Tengah yang lebih luas, ketidakstabilan terus berlanjut karena ketidakadilan yang belum terselesaikan,” tegasnya.

Ia menekankan, penyelesaian damai tidak bisa dibangun di atas pengabaian hak dasar bangsa Palestina. 

“Perdamaian abadi tidak dapat dicapai tanpa keadilan bagi rakyat Palestina; dan tidak akan ada keadilan tanpa terwujudnya hak sah mereka untuk negara yang merdeka dan berdaulat,” ujar Sugiono.

Karena itu, Indonesia kembali menegaskan posisi konsistennya dalam mendukung Solusi Dua Negara sebagai jalan diplomatik utama. 

“Oleh karena itu, Indonesia terus teguh mendukung Solusi Dua Negara, sesuai dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan,” lanjutnya.

Selain menyoroti Palestina, Sugiono juga membawa perhatian forum pada situasi Lebanon, khususnya terkait gugurnya empat personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). 

Pengorbanan mereka, kata Sugiono, menjadi pengingat bahwa misi perdamaian dunia menuntut perlindungan yang tidak bisa dinegosiasikan.

“Di Lebanon, empat pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL telah gugur dalam menjalankan tugas, sementara beberapa lainnya terluka,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Sugiono menyerukan akuntabilitas penuh atas insiden tersebut seraya menegaskan komitmen Indonesia terhadap keamanan pasukan perdamaian PBB. 

“Kami menghormati pengorbanan mereka; berdiri bersama keluarga mereka; dan menyerukan pertanggungjawaban penuh. Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar," tegasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya