Berita

Menlu Sugiono (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Indonesia Dorong BRICS Jadi Pilar Utama Kekuatan Global South

JUMAT, 15 MEI 2026 | 08:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Indonesia menegaskan komitmennya mendorong BRICS menjadi pilar utama kekuatan Global South dalam membentuk arah baru tatanan dunia yang lebih adil, inklusif, dan berimbang. 

Sikap itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, saat menghadiri BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, India, Kamis, 14 Mei 2026.

“Nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan”, ujar Sugiono yang hadir dalam dua dua sesi utama, yakni “Closed Session: Global and Regional Issues” serta “Open Session: BRICS@20: Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability".


Dia menegaskan BRICS tidak boleh sekadar menjadi forum ekonomi, tetapi harus tampil sebagai kekuatan strategis Global South yang aktif menjaga perdamaian dunia, menegakkan hukum internasional secara adil, serta menolak praktik standar ganda.

Indonesia juga menekankan BRICS harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai krisis global, bukan justru memperuncing polarisasi geopolitik. 

Dalam forum tersebut, Indonesia kembali menegaskan dukungan penuh terhadap Palestina dan Solusi Dua Negara, seraya mengingatkan pentingnya konsistensi komunitas internasional dalam membela keadilan.

Secara khusus, Sugiono turut menyoroti gugurnya empat personel Peacekeepers Indonesia yang bertugas di UNIFIL. 

Indonesia menyerukan akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab, sembari menegaskan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan prinsip fundamental yang tidak boleh ditawar.

Selain isu geopolitik, Indonesia juga mendorong reformasi tata kelola global, termasuk pembenahan sistem perdagangan dunia agar lebih terbuka, inklusif, dan non-diskriminatif dengan WTO tetap sebagai fondasi utama. 

Sejalan dengan agenda India, Indonesia pun menyambut penguatan New Development Bank (NDB) dan menegaskan tengah merampungkan proses internal untuk bergabung, sebagai langkah strategis memperluas kontribusi dalam kerja sama ekonomi, iklim, energi, dan kesehatan global.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya