Berita

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman (Foto: Dokumen RMOL)

Bisnis

Perkuat G2G, Indonesia Pasok 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia

JUMAT, 15 MEI 2026 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor pupuk Indonesia mencatatkan prestasi melalui keberhasilan ekspor perdana ke Australia. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meresmikan pengiriman urea PT Pupuk Kalimantan Timur sebagai bagian dari kerja sama antar pemerintah (G2G).

Ekspor tahap awal yang dilakukan di Pelabuhan Bontang ini mencapai 47.250 ton dengan nilai Rp600 miliar. 


Komitmen total kerja sama ditargetkan meningkat hingga 500 ribu ton dengan estimasi nilai mencapai Rp 7 triliun. 

“Rencana kita akan ekspor 250 ribu ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500 ribu ton,” jelas Mentan Amran, dalam keterangan yang dikutip Jumat 15 Mei 2026.

Di sisi lain, kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tanpa membebani APBN, serta menambah volumenya sebanyak 700 ribu ton. 

Sebelumnya, pemerintah juga telah mengembalikan alokasi pupuk subsidi ke angka 9,55 juta ton demi mendukung swasembada pangan.

“Di saat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia. Kemudian volume pupuk bertambah. Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia dan 115 juta petani padi,” ungkap Mentan Amran. 

Ia menambahkan bahwa negara lain seperti India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh juga mulai mengantre untuk mendapatkan pasokan pupuk urea Indonesia.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, turut mengapresiasi kemitraan ini. 

“Australia menghargai hubungan dengan Indonesia. Kerja sama ini mencerminkan persahabatan dan kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia, bukan hanya dengan PT Pupuk Indonesia,” ujarnya.

Kamath juga menekankan dampak positif bagi ketahanan pangan kedua negara. “Pupuk ini akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan. Ini contoh nyata kerja sama Indonesia dan Australia yang menghasilkan manfaat bersama,” tutupnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya