Berita

Silaturahmi Abdussalam Shohib ke Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo, Situbondo, Ahmad Azaim Ibrahimy. (Foto: Istimewa)

Politik

NU Harus Jadi Rumah Bersama bagi Semua Kader

KAMIS, 14 MEI 2026 | 19:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Nahdlatul Ulama (NU) harus tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh kader dan warganya, sebagaimana amanat para pendiri jam’iyyah yang lahir dari tradisi pesantren di Indonesia.

Pesan itu disampaikan Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo, Situbondo, Ahmad Azaim Ibrahimy saat menerima silaturahmi Abdussalam Shohib di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir salah satu pengasuh PP Sidogiri, Pasuruan, KH Mas Cholil Nawawi.

“Ra Azaim meminta agar NU ke depan merangkul semua potensi yang dimiliki kader-kader NU,” kata KH Mas Cholil, Kamis, 14 Mei 2026.


Menurut Mas Cholil, pesan tersebut menggambarkan harapan agar PBNU ke depan lebih mengedepankan persatuan dan menghindari ketegangan maupun konflik kepentingan menjelang Muktamar ke-35 NU.

Ra Azaim juga mengingatkan pentingnya kembali berpegang pada Khittah NU 1926 sebagai arah perjuangan organisasi. Menurutnya, khittah bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan pedoman agar NU tetap berjalan sesuai nilai dan jati dirinya di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Gus Salam mengatakan safari silaturahmi yang dilakukannya ke sejumlah pesantren dan masyayikh di Jawa Timur merupakan bagian dari ikhtiar menyerap harapan warga NU menjelang muktamar.

Dalam kunjungannya ke Situbondo, Gus Salam juga berdiskusi dengan Wakil Rais Aam PBNU, Afifuddin Muhajir, mengenai arah strategis NU ke depan.

Menurut Gus Salam, Kiai Afif menekankan tiga peran penting NU, yakni menjaga Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dan moral bangsa, memberi panduan kepada umat dalam persoalan sosial-keagamaan, serta memperkuat kemandirian ekonomi dan sikap independen organisasi.

“NU harus mandiri agar berdaulat dan tidak mudah didikte. Mandiri bukan berarti menjauh dari pemerintah, tapi menjadi mitra kritis yang mendukung bila maslahat dan meluruskan bila ada mudarat,” ujar Gus Salam.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya