Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Kinerja Siemens Moncer di 2026, Pesanan Tembus 24,1 Miliar Euro

KAMIS, 14 MEI 2026 | 14:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Siemens berhasil mencatat kinerja positif pada kuartal II tahun fiskal 2026 meski kondisi geopolitik dan ekonomi global masih penuh ketidakpastian. 

Perusahaan teknologi asal Jerman itu membukukan kenaikan pesanan sebesar 18 persen menjadi 24,1 miliar Euro, sementara pendapatan naik 6 persen menjadi 19,8 miliar Euro.

Laba bisnis industri Siemens mencapai 3 miliar Euro dengan margin keuntungan 15,4 persen. Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat 2,2 miliar Euro dan arus kas bebas melonjak menjadi 1,7 miliar Euro dari sebelumnya 1 miliar Euro. Siemens juga mencatat nilai pesanan tertunda (backlog) rekor baru sebesar 124 miliar Euro.


Presiden sekaligus CEO Siemens, Roland Busch, mengatakan perusahaan tetap mampu tumbuh karena kekuatan teknologi dan posisi kuat di pasar utama. 

“Kami berhasil mencapai kinerja yang baik di kuartal kedua meskipun lingkungan geopolitik masih sangat menantang,” ujarnya, dikutip dari situs resmi perusahaan, Kamis 14 Mei 2026.

Busch menambahkan, Siemens semakin memperkuat posisi di bidang kecerdasan buatan (AI) industri melalui pengembangan “Eigen Engineering Agent”.

Bisnis digital Siemens menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Pada semester pertama tahun fiskal 2026, bisnis digital perusahaan tumbuh 19 persen, melampaui target internal sebesar 15 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh bisnis perangkat lunak dan layanan digital Siemens Xcelerator serta akuisisi perusahaan perangkat lunak baru.

Divisi Digital Industries mencatat kenaikan laba 35 persen menjadi 857 juta Euro, didorong pertumbuhan bisnis perangkat lunak. Sementara divisi Smart Infrastructure mencetak rekor pesanan kuartalan baru sebesar 7,5 miliar Euro, terutama dari proyek pusat data dan semikonduktor di Amerika Serikat. Di sisi lain, divisi Mobility mengalami tekanan akibat tarif impor AS dan tertundanya proyek infrastruktur kereta besar, sehingga laba turun 28 persen.

Chief Financial Officer Siemens, Veronika Bienert, menegaskan kondisi keuangan perusahaan tetap kuat. 

“Kinerja operasional dan arus kas bebas kami yang kuat menunjukkan ketahanan perusahaan. Kami berada pada posisi yang sangat baik untuk mencapai target setahun penuh,” katanya.

Selain itu, Siemens juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru senilai hingga 6 miliar Euro dalam periode maksimal lima tahun. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi alokasi modal perusahaan sekaligus memberi keuntungan tambahan bagi para pemegang saham.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya