Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

BEI Harus Benahi Ekosistem Pasar Modal Usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

KAMIS, 14 MEI 2026 | 09:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Bursa Efek Indonesia (BEI) harus melakukan pembenahan serius pada ekosistem pasar modal domestik. Langkah ini dinilai mendesak menyusul keputusan lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang mencoret 18 saham asal Indonesia dalam peninjauan berkala (rebalancing) edisi Mei 2026.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar,
memperingatkan pencoretan massal ini berpotensi memicu pelemahan pasar saham domestik serta menggerus daya tarik investasi Indonesia di mata investor internasional. Jika tidak segera dimitigasi, dikhawatirkan akan terjadi arus keluar dana asing (capital outflow) yang massif. 

“Situasi ini pada akhirnya dapat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta stabilitas keuangan nasional secara keseluruhan ini yang harus diantisipasi,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026.

“Situasi ini pada akhirnya dapat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta stabilitas keuangan nasional secara keseluruhan ini yang harus diantisipasi,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026.

Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, perombakan signifikan terjadi pada dua kategori utama, yakni enam saham berkapitalisasi besar resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index. 

Selain itu, pergeseran juga terjadi pada MSCI Global Small Cap Index di mana saham pengelola Alfamart (AMRT) dipindahkan dari kategori Global Standard ke Small Cap. Perpindahan ini berdampak pada tersingkirnya 13 emiten lain dari indeks kapitalisasi kecil tersebut, sehingga secara total terdapat 18 emiten yang benar-benar keluar dari daftar indeks MSCI.

Legislator asal Jawa Tengah ini menegaskan bahwa insiden ini harus dijadikan momentum bagi BEI untuk memperbaiki transparansi dan keterbukaan kepemilikan saham, termasuk meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float). Menurutnya kredibilitas pasar modal sangat bergantung pada kualitas tata kelola emiten dan ekosistem bursa yang sehat guna memulihkan kepercayaan investor global. 

“Kita berharap agar keputusan MSCI ini menjadi titik tolak pembenahan pasar saham secara menyeluruh,” ujarnya.

Meskipun saat ini berada dalam tekanan, Marwan menyatakan optimismenya bahwa fundamental pasar saham Indonesia masih cukup baik. Ia menantikan langkah konkret dari otoritas bursa untuk memperbaiki ekosistem nasional. 

“Kita optimistis gejolak pasar bisa segera stabil sehingga bisa mencegah dana asing agar tetap stay di Indonesia,” pungkasnya.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya