Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Bursa Asia Variatif: Investor Siaga Pantau Pertemuan Trump-Xi

KAMIS, 14 MEI 2026 | 08:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Kamis, 14 Mei 2026, di tengah perhatian investor terhadap pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. 

Dikutip dari CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,27 persen, sementara Topix justru turun 0,23 persen. 

Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,38 persen dan indeks saham kecil Kosdaq melonjak 1,31 persen. Sementara indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,16 persen. 


Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di level 26.799, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di 26.388,44, menandakan potensi penguatan saat perdagangan dibuka.

Trump tiba di Beijing pada Rabu bersama sejumlah petinggi perusahaan teknologi AS, termasuk Elon Musk dan Jensen Huang. 

Kehadiran mereka memperkuat spekulasi bahwa isu perdagangan teknologi dan pembatasan ekspor akan menjadi topik utama dalam pembicaraan kedua negara.

Analis Goldman Sachs memperkirakan pertemuan Trump dan Xi akan lebih berfokus pada isu perdagangan dan kontrol ekspor, termasuk tarif, pembatasan logam tanah jarang, serta semikonduktor. 

Menurut mereka, pertemuan tersebut kemungkinan belum akan menghasilkan perubahan besar dalam hubungan kedua negara, namun tetap bisa menjadi sentimen positif jangka pendek bagi pasar China.

Goldman Sachs juga menilai China berpotensi meningkatkan pembelian produk pertanian, energi, dan pesawat terbang dari AS sebagai upaya menghindari kenaikan tarif tambahan. Dalam catatannya, bank investasi itu menyebut pertemuan ini dapat menjadi “katalis taktis” yang mendorong penguatan yuan dan saham-saham China.

Selain itu, Goldman mempertahankan pandangan positif terhadap aset China. 

Mereka menilai daya saing ekspor China masih kuat dan mata uang Yuan saat ini berada di level yang relatif murah. Karena itu, mereka tetap merekomendasikan investor untuk memperbesar porsi investasi pada saham China, terutama saham A-share di daratan China dibanding saham H-share di Hong Kong.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya