Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street

Pasar Cetak Rekor Baru, Investor Waspadai Lonjakan Inflasi AS

KAMIS, 14 MEI 2026 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) bergerak tipis pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, setelah reli sektor teknologi membawa indeks utama Wall Street mencetak rekor tertinggi baru.

Dikutip dari CNBC International, kontrak berjangka S&P 500 naik sekitar 0,1 persen. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 menguat 0,4 persen dan Dow Jones bertambah sekitar 105 poin atau 0,2 persen.

Pada perdagangan reguler sebelumnya, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite sama-sama mencatat rekor intraday sekaligus penutupan tertinggi sepanjang masa, di mana S&P 500 ditutup naik 0,58 persen, sedangkan Nasdaq melesat 1,2 persen berkat penguatan saham teknologi. Berbeda dengan dua indeks tersebut, Dow Jones justru turun 67,36 poin atau 0,14 persen.


Kenaikan pasar dipimpin saham perusahaan semikonduktor seperti Nvidia dan Micron Technology.

Sentimen positif muncul setelah CEO Nvidia Jensen Huang ikut mendampingi Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping.

Pelaku pasar menilai pertemuan tersebut menjadi sinyal positif bagi industri semikonduktor dan pengembangan kecerdasan buatan atau AI.

Di tengah reli pasar saham, investor tetap mencermati lonjakan inflasi produsen di AS. 

Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada April tercatat naik 1,4 persen secara bulanan, menjadi kenaikan terbesar sejak Maret 2022 dan jauh melampaui proyeksi ekonom. Kenaikan harga energi disebut menjadi salah satu faktor utama yang membebani pasar.

Meski demikian, saham teknologi justru menjadi pilihan utama investor di tengah meningkatnya tekanan inflasi.

Dari 11 sektor utama dalam indeks GICS, hanya enam sektor yang berhasil ditutup di zona hijau. Sektor layanan komunikasi memimpin penguatan dengan kenaikan 2,65 persen, disusul teknologi informasi sebesar 0,98 persen dan consumer discretionary 0,75 persen.

Sebaliknya, sektor utilitas menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,26 persen. Sektor keuangan turun 1,07 persen, sementara sektor properti melemah 0,90 persen.

Pergerakan saham emiten juga cukup tajam setelah rilis laporan keuangan kuartalan.

Saham Cisco Systems melonjak 17 persen dalam perdagangan setelah penutupan pasar usai perusahaan membukukan kinerja dan proyeksi pendapatan di atas ekspektasi analis. Di saat yang sama, Cisco juga mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap hampir 4.000 karyawan.

Di sisi lain, saham Doximity anjlok sekitar 19 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan pasar.

Sementara itu, saham StubHub melesat 13 persen setelah pendapatan kuartal pertama melampaui estimasi analis.

Perhatian investor juga tertuju pada Cerebras Systems yang menetapkan harga IPO sebesar 185 Dolar AS per saham, lebih tinggi dibanding kisaran awal 150-160 Dolar AS.

IPO tersebut berhasil menghimpun dana sedikitnya 5,55 miliar dolar AS dan sahamnya akan diperdagangkan di Nasdaq dengan kode CBRS.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi penting yang dijadwalkan rilis pada Kamis, termasuk data penjualan ritel AS periode April, indeks harga ekspor-impor, serta klaim pengangguran mingguan.

Investor juga akan mencermati pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams terkait prospek ekonomi dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya