Berita

Webinar Internasional AMEC "Understanding Contemporary Middle East Dynamics: Israeli Colonialism in Palestine, Gulf Strategic Policies, and Iran’s Nuclear Trajectory", Rabu, 13 Mei 2026 (Foto: Dokumen Pribadi)

Dunia

Webinar AMEC Bongkar Geopolitik Timteng, Palestina dan Iran di Pusaran Krisis

RABU, 13 MEI 2026 | 20:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Asia Middle East for Research and Dialogue (AMEC) menyoroti kompleksitas krisis geopolitik di Timur Tengah dalam Webinar Internasional bertajuk "Understanding Contemporary Middle East Dynamics: Israeli Colonialism in Palestine, Gulf Strategic Policies, and Iran’s Nuclear Trajectory", Rabu, 13 Mei 2026. 

Webinar yang dibuka oleh Direktur Eksekutif AMEC Dr. Muslim Imran dihadiri sekitar 30 orang sebagian dari Malaysia dan dimoderatori alumni Cambridge University Inggris, Mumtaza Chairannisa.

Adapun empat pembicara dalam webinar yakni Peneliti BRIN Prof M. Hamdan Basyar, Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan (2012-2026) Dian Wirengjurit, peneliti AMEC Pizaro Gozali Idrus, dan Co-Founder Asia West-East Centre (AsiaWE) Malaysia, Abdolreza Alami.


Dalam pemaparannya, Prof Hamdan menyoroti masa depan Palestina semakin terjepit dalam skema politik internasional, terutama terkait rencana pengelolaan Gaza di bawah Board of Peace. 

Menurutnya, mekanisme tersebut memperkuat ketergantungan Palestina pada kekuatan eksternal. 

“Jalan menuju kemerdekaan Palestina-yang diakui sebagai sebuah “aspirasi”-dibuat sangat bersyarat, bergantung pada penilaian subjektif kekuatan-kekuatan luar,” paparnya dalam rilis yang dibagikan.

Sementara itu, Dubes Dian membandingkan posisi Israel dan Iran dalam lanskap konflik regional yang semakin tidak seimbang.

Disebutkan bahwa Israel mengklaim tindakan militernya bersifat defensif sebagai upaya mempertahankan diri, namun dalam praktiknya kerap terlibat dalam berbagai operasi militer aktif.

Sementara Iran dinilai lebih banyak bergerak secara tidak langsung melalui jaringan tertentu, sehingga klaim defensif Israel tersebut dipertanyakan.

“Kesenjangan ini menimbulkan pertanyaan kritis mengenai apakah perilaku militer Israel benar-benar mencerminkan kebutuhan defensif, atau justru mencerminkan agenda yang jauh lebih luas dan melampaui sekadar upaya mempertahankan diri," kata Dian.

Adapun peneliti AMEC Pizaro menilai negara-negara Arab kini mulai mencari ruang manuver yang lebih independen melalui normalisasi hubungan dengan Iran dan upaya rekonsiliasi regional. 

Namun, ia menyebut tekanan Amerika Serikat serta keterbatasan aktor penjamin keamanan global membuat transisi itu tidak mudah dilakukan.

"Tiongkok dan Rusia belum menunjukkan kemauan atau kemampuan untuk bertindak sebagai penjamin keamanan militer di Teluk, menggantikan Amerika Serikat jika terjadi konflik terbuka," ungkapnya.

Sementara itu, Co-Founder AsiaWE menegaskan bahwa berbagai prediksi mengenai melemahnya Iran tidak terbukti di lapangan. 

Menurutnya, jaringan regional yang melibatkan Iran masih bertahan, didukung oleh posisi geografis strategis dan kemampuan militer yang tetap solid dalam menghadapi tekanan eksternal.

"Iran memiliki posisi geografi yang menguntungkan, kekuatan senjata yang menjadi daya penggetar musuh serta memiliki jaringan perdagangan multi jalur tida hanya laut tetapi juga darat," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya