Berita

Ketua Umum DPP KNTI Dani Setiawan. (Foto: Dokumentasi KNTI)

Nusantara

KNTI Persiapkan Kader Pemimpin Gerakan Nelayan Se-Indonesia

SELASA, 12 MEI 2026 | 05:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI)  menyambut usia perjuangannya yang ke-17 tahun dan semakin menancapkan fondasinya untuk menjadi rumah besar bagi perjuangan nelayan di seluruh penjuru negeri. 

Dengan mengundang 50 pemimpin daerah KNTI, Akademi Kepemimpinan Bahari diinisiasi sebagai wadah instrumen kaderisasi pemimpin gerakan nelayan, khususnya nelayan tradisional di Indonesia. 

“Syarat masih terus berdirinya KNTI sebagai rumah besar adalah kalau tiang-tiang pancangnya tetap ada dan dipertahankan, serta menjadi atap yang menaungi kita menuju cita-cita yang kita bayangkan,” ujar Ketua Umum DPP KNTI Dani Setiawan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 11 Mei 2026.


Dalam kesempatan itu, Dani membawakan sesi bertema ‘Sejarah Lahirnya dan Tiang Pancang Gerakan KNTI’.

Dalam pelaksanaaan Akademi Kepemimpinan Bahari angkatan pertama ini,  KNTI berangkat dari realitas-realitas sosial yang dihadapi nelayan-nelayan tradisional yang kerap berhadapan pada perampasan daerah wilayah tangkap.

“Masalah ini patut dilihat sebagai salah satu perwujudan dari persoalan struktural yang masih menjadi salah satu kendala utama dari belum terwujudnya keadilan sosial bagi nelayan, yakni masih rendahnya posisi tawar nelayan dalam forum-forum perencanaan pembangunan di berbagai tingkat.  Hal itulah yang selama ini senantiasa menjadi dasar dari berbagai ketidakadilan sosial dan ekonomi yang kerap mereka alami,” jelas Dani.

Menurutnya, penguatan kepemimpinan nelayan tak lain merupakan langkah strategis untuk mendorong perubahan dari tingkat akar rumput. 

“Nelayan tidak boleh terus menjadi objek kebijakan. Nelayan harus menjadi subjek utama yang mampu memperjuangkan hak atas ruang hidupnya,” tegasnya. 

Wakil Ketua Umum KNTI Sugeng Nugroho dalam forum yang sama, menyatakan pentingnya nelayan memiliki kemampuan dan posisi tawar yang cukup kuat untuk menguasai pembuatan kebijakan-kebijakan di berbagai tingkatan yang ada di negeri ini. 

“Penguatan posisi tawar nelayan dalam hal ini menjadi krusial untuk mewujudkan adanya keterlibatan bermakna nelayan dalam setiap pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan yang berkelanjutan yang menjamin tak ada seorangpun yang ditinggalkan, termasuk para nelayan tradisional yang selama ini kerap menjadi bagian dari masyarakat yang diklasifikasikan sebagai kelompok miskin ekstrim,” pungkas Sugeng.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya