Berita

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat. (Foto: Youtube)

Nusantara

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

SENIN, 11 MEI 2026 | 14:27 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat yang digelar pada Sabtu 9 Mei 2026 memunculkan polemik.

Polemik bermula ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak dengan kode regu C2 menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sayangnya jawaban mereka dinilai kurang tepat oleh dewan juri atas nama Dyastasita yang menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI.


Namun saat peserta lain dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban dengan substansi yang sama, dewan juri justru membenarkannya.

Hal ini sontak memicu keberatan dari peserta regu C2. Mereka meminta secara sopan agar dewan juri mempertimbangkan ulang keputusan yang telah diberikan dengan melihat pendapat dari penonton.

"Keputusan saya kira di dewan juri ya. Tadi dewan juri sependapat tidak ada Dewan Perwakilan Daerah," kata dewan juri.

Saat dewan juri belum selesai memberikan keterangan, pembawa acara Shindy Lutfiana langsung memotongnya.

"Mohon adik-adik mohon diterima," kata Shindy yang mengenakan pakaian adat Kalimantan Barat.

"Mohon adik-adik mohon diterima keputusan dewan juri, karena tentunya dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik," kata Shindy.

"Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja," sambungnya.

Sedangkan dewan juri bernama Indri Wahyuni menekankan pentingnya artikulasi saat peserta menyampaikan jawaban.

“Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,” kata Indri Wahyuni.

Pernyataan tersebut kemudian ramai dibahas di media sosial dan menjadi bagian dari polemik penilaian dalam kompetisi tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya