Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Al-Jazeera)

Bisnis

Aramco Raup Untung Besar Saat Perang Iran Guncang Pasar Minyak

SENIN, 11 MEI 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Saudi Aramco, mencatat lonjakan laba besar pada kuartal pertama 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah memanasnya konflik Iran dan terganggunya jalur pengiriman minyak dunia di Selat Hormuz.

Dikutip dari CNBC International, Senin 11 Mei 2026, Aramco melaporkan laba bersih yang disesuaikan sebesar 33,6 miliar Dolar AS atau sekitar Rp583,4 triliun. Angka tersebut naik 26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 26,6 miliar Dolar AS. 

Jika dibandingkan kuartal sebelumnya, laba perusahaan juga melonjak 34 persen. Hasil ini melampaui perkiraan analis yang sebelumnya memprediksi laba Aramco berada di angka 31,2 miliar Dolar AS.


Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan laba adalah beroperasinya penuh Jalur Pipa Timur-Barat milik Aramco. Jalur pipa ini memungkinkan pengiriman minyak tanpa harus melewati Selat Hormuz yang kini menjadi pusat ketegangan akibat blokade Iran.

CEO Aramco, Amin Nasser, mengatakan jalur pipa tersebut kini telah mencapai kapasitas maksimum hingga 7 juta barel minyak per hari.

“Jalur Pipa Timur-Barat kami telah menjadi jalur pasokan penting untuk membantu mengurangi dampak guncangan energi global dan membantu pelanggan yang terdampak gangguan pengiriman di Selat Hormuz,” ujar Amin Nasser.

Blokade Iran terhadap Selat Hormuz disebut telah menyebabkan hilangnya hampir satu miliar barel minyak dari pasar global. Kondisi ini membuat kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia semakin meningkat setiap hari selama jalur laut tersebut masih ditutup.

Para pelaku industri energi menilai perang Iran akan mengubah sistem energi global secara besar-besaran. CEO perusahaan jasa ladang minyak SLB, Olivier Le Peuch, mengatakan krisis ini menunjukkan betapa rapuhnya sistem pasokan energi dunia saat ini.

Di sisi keuangan, Aramco melaporkan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 4,8 persen pada akhir kuartal pertama. Dewan direksi perusahaan juga menyetujui pembagian dividen dasar sebesar 21,9 miliar Dolar AS, naik 3,5 persen dibandingkan tahun lalu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya