Berita

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat berbicara dalam acara Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu, 10 Agustus 2025. (Foto: YouTube Majelis Azzahir)

Politik

Zulhas Dinilai Gagal Kendalikan Minyakita, Program Swasembada Pangan Dipertanyakan

SENIN, 11 MEI 2026 | 10:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kegagalan pengendalian harga Minyakita oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dinilai memunculkan pertanyaan publik terhadap program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai Indonesia seharusnya mampu menjaga stabilitas harga minyak goreng karena bahan bakunya berasal dari kelapa sawit, komoditas yang produksinya melimpah di dalam negeri.

“Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan kegagalan Zulhas mengendalikan dan menstabilkan harga, seolah fokus ketahanan dan swasembada pangan yang dinarasikan sebagai keberhasilan pemerintah malah dipertanyakan,” ujar Efriza kepada RMOL, Senin, 11 Mei 2026.


Menurutnya, harga eceran tertinggi (HET) Minyakita yang ditetapkan Rp15.700 per liter tidak tercermin di lapangan. Harga Minyakita disebut masih berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp18.000 per liter.

Efriza menilai kondisi tersebut menunjukkan pemerintah belum mampu mengendalikan harga kebutuhan pokok secara efektif.

“Jika harga-harga terus naik tanpa kontrol yang kuat, malah kenaikan seolah direstui pemerintah dengan menaikkan barang produksi pemerintah, maka publik bisa menilai bahwa agenda swasembada masih belum sepenuhnya menyentuh persoalan riil masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah dinilai lebih menonjolkan angka-angka produksi dibanding memastikan stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Yakni stabilitas harga dan daya beli, kecuali sekadar keberhasilan angka-angka produksi yang melimpah sebagai narasi kesuksesan swasembada pangan era Prabowo,” sambungnya.

Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu juga menilai program swasembada pangan saat ini tengah diuji, terutama dalam kemampuan pemerintah mengendalikan harga bahan pokok strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula.

“Tata kelola swasembada pangan ditengarai bagi pemerintah sekadar peningkatan produksi. Akhirnya angka-angka saja yang disajikan kepada masyarakat, seolah itulah bukti keberhasilan kinerja pemerintah,” tegas Efriza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya